Mahasiswa FPIK UB Tunjukkan Prestasi Gemilang, Ciptakan Inovasi Ubah Limbah Ikan Jadi Energi dan Raih Juara Nasional RIS

MALANG – Tim mahasiswa Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), berhasil meraih Juara 1 dalam ajang Ristek Essay Competition (RISCOM) 2026 yang diselenggarakan oleh KSM Riset dan Teknologi, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang.

Prestasi tersebut diraih melalui gagasan inovatif bernama NUSATRUM, sebuah konsep pemanfaatan limbah ikan tuna madidihang menjadi biodiesel yang dapat digunakan sebagai sumber energi ramah lingkungan bagi operasional pelabuhan perikanan maupun kebutuhan rumah tangga nelayan.

Tim mahasiswa yang terdiri atas Faiz Najma Avicena, Robby Aulia, dan Anugrah Fakhri Fadhlullah Mahmuda ini mengembangkan gagasan tersebut di bawah bimbingan dosen MSP FPIK UB, Nico Rahman Caesar, S.Pi., M.P. Kompetisi berlangsung pada 16 April hingga 17 Juni 2026 dan mengangkat tema “Aktualisasi Peran Generasi Intelektual dalam Mendorong Inovasi Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap ketahanan energi dan pengelolaan limbah, NUSATRUM hadir sebagai solusi yang mengintegrasikan sektor perikanan dengan teknologi energi terbarukan. Melalui konsep ini, limbah hasil pengolahan ikan yang selama ini kurang termanfaatkan diolah menjadi biodiesel yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat lingkungan.

“Indonesia merupakan negara maritim dengan produksi perikanan yang besar. Namun, limbah hasil pengolahan ikan masih menjadi tantangan di banyak wilayah pesisir. Melalui NUSATRUM, kami mencoba menghadirkan konsep yang mampu mengubah limbah tersebut menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar tim mahasiswa dalam gagasannya.

Inovasi NUSATRUM menggabungkan beberapa teknologi modern, yaitu Conveyor-based AI Sorting System untuk proses pemilahan bahan baku, Thermal Rendering and Lipid Extraction untuk ekstraksi minyak dari limbah ikan, serta Smart Grid Distribution System yang mendukung distribusi energi secara efisien kepada pengguna.

Pendekatan tersebut tidak hanya berpotensi mengurangi pencemaran akibat limbah perikanan, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi alternatif bagi masyarakat pesisir yang selama ini masih bergantung pada sumber energi konvensional.

Dosen pembimbing, Nico Rahman Caesar, S.Pi., M.P., menyampaikan bahwa prestasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FPIK UB dalam menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di bangku kuliah, tetapi juga mampu menawarkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa sektor perikanan memiliki potensi besar untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan energi berkelanjutan,” ujarnya.

Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen FPIK UB dalam mendorong mahasiswa untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Melalui riset, kreativitas, dan kolaborasi lintas disiplin, mahasiswa didorong untuk menghadirkan gagasan yang mampu menjawab tantangan sektor kelautan dan perikanan di masa depan.

Inovasi NUSATRUM juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui pemanfaatan limbah perikanan menjadi sumber energi yang bernilai tambah dan ramah lingkungan. Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa FPIK UB tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga mampu menawarkan gagasan inovatif yang berpotensi mendukung pembangunan pesisir, ketahanan energi, dan terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru