Mengenal Lebih Dekat Cagar Alam Pulau Sempu, FPIK UB Bekali Mahasiswa Perspektif Konservasi

realita.co
Kegiatan pengenalan Cagar Alam Pulau Sempu di Marine Station FPIK UB pada awal Januari 2025.

FAKULTAS Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya menggelar kegiatan pengenalan Cagar Alam Pulau Sempu di Marine Station FPIK UB pada awal Januari 2025.

Kegiatan ini menghadirkan Dimas Syarif Alim dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, serta diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari penguatan literasi konservasi.

Baca juga: FPIK UB Dorong Generasi Muda Peduli Laut Berkelanjutan melalui Kuliah Umum “Cerita Laut dan Masa Depannya”

Marine Station FPIK UB, merupakan salah satu Laboratorium lapang yang berlokasi di Sendang biru Malang Selatan yang langsung menghadap Samudra Hindia dimanfaatkan sebagai sarana riset dan pengembangan Kawasan pesisir dan laut Selatan, Indonesia.  

Lewat sesi ini, Sebanyak 25 mahasiswa diajak melihat Pulau Sempu bukan hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi sebagai kawasan konservasi dengan nilai ekologis tinggi.

Mulai dari keanekaragaman hayati hingga perannya dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan laut, semuanya dibahas secara komprehensif dan relevan dengan kondisi lapangan.

Baca juga: Tiga Departemen FPIK UB Tembus Top 5 SINTA, Bukti Mutu Akademik Kian Melesat 

Tidak cuma itu, mahasiswa juga diajak memahami tantangan nyata dalam pengelolaan kawasan konservasi mulai dari tekanan aktivitas manusia hingga perubahan lingkungan.

Diskusi interaktif yang berlangsung membuat suasana belajar jadi lebih hidup, sekaligus membuka perspektif baru tentang pentingnya perlindungan ekosistem laut secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya FPIK UB untuk membangun kesadaran generasi muda agar lebih peduli terhadap lingkungan. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga didorong untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir dan laut di masa depan.

Baca juga: FPIK UB-KKP Perkuat Kerja Sama, Dorong Riset dan Inovasi Kelautan

Lebih jauh, inisiatif ini juga selaras dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals. Melalui edukasi berbasis ilmiah, kegiatan ini mendukung peningkatan kualitas pendidikan (SDG 4), memperkuat kesadaran terhadap isu perubahan iklim (SDG 13), serta mendorong upaya perlindungan ekosistem laut (SDG 14).

Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya paham, tetapi juga siap jadi bagian dari solusi untuk masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru