Digitalisasi Pembayaran Sukses Dorong PAD Jember Tanpa Naikkan Pajak

realita.co

JEMBER (Realita) – Digitalisasi sistem pembayaran disebut menjadi salah satu kunci meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember tanpa harus menaikkan pajak.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, yang menilai kemudahan akses transaksi digital berdampak langsung pada optimalisasi penerimaan daerah.

Baca juga: Urai Kemacetan, Pemkab Jember Sepakati Relaksasi Jam Operasional Armada Imasco

Iqbal menjelaskan, pembukaan kanal pembayaran digital memperluas akses masyarakat dalam melakukan transaksi, khususnya pembayaran pajak dan retribusi. Menurutnya, langkah ini terbukti mampu meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

“Ketika kanal pembayaran digital dibuka, itu bisa mengoptimalkan PAD tanpa harus menaikkan pajak maupun melakukan redistribusi. Dan terbukti peningkatannya cukup signifikan,” ujarnya.

Ke depan, BI Jember bersama pemerintah daerah melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) akan memperluas penggunaan kanal pembayaran digital di berbagai sektor.

Tidak hanya pajak dan retribusi, digitalisasi juga akan menyasar sektor pariwisata, kesehatan, hingga layanan publik lainnya.

“Digitalisasi ini tidak hanya di pajak dan retribusi, tapi juga menyentuh sektor lain seperti pariwisata dan kesehatan untuk memperluas akses masyarakat,” kata Iqbal.
Menanggapi masih terbatasnya penggunaan pembayaran digital di sejumlah sektor, termasuk SPBU, BI memastikan akan melakukan kampanye masif pada 2026.

Upaya ini juga akan menyasar pelaku UMKM agar semakin adaptif terhadap transaksi non-tunai.

Iqbal menambahkan, penggunaan QRIS kini semakin mudah dengan sistem pencairan dana yang sudah real time atau H+0. Selain itu, transaksi di bawah Rp500 ribu tidak dikenakan biaya tambahan, sehingga dinilai ramah bagi pelaku usaha kecil.

Baca juga: Investasi Jember Melonjak 70 Persen, Strategi Pemkab Perkuat Fondasi Ekonomi Daerahp

“Ini bagian dari upaya kami memberikan kenyamanan bertransaksi, bukan membatasi penggunaan uang tunai, tetapi menambah pilihan bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jember, Gus Fawait, menyebut performa ekonomi Jember pada 2025 sebagai salah satu yang terbaik di wilayah Tapal Kuda. Ia menilai capaian tersebut terlihat dari kombinasi pertumbuhan ekonomi dan lonjakan PAD yang signifikan.

“Pertumbuhan ekonomi kita tertinggi dalam lima tahun terakhir, dan PAD meningkat hingga 36 persen tanpa menaikkan pajak. Ini bukan hal biasa,” tegasnya.
Fawait menjelaskan, peningkatan PAD tidak berasal dari kenaikan tarif, melainkan dari optimalisasi potensi yang ada serta penutupan celah kebocoran pendapatan. Ia juga menegaskan bahwa digitalisasi keuangan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong transparansi dan efisiensi.

“Potensi pajak kita sudah besar, tinggal dioptimalkan. Digitalisasi membantu menutup kebocoran dan membuat sistem lebih akuntabel,” ujarnya.

Selain itu, Pemkab Jember optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat pada 2026 seiring masuknya berbagai program dari pemerintah pusat, mulai dari pembangunan infrastruktur, dukungan sektor pertanian, hingga pendidikan.

Baca juga: Dorong SDM Jember Naik Kelas, Gus Fawait Cairkan Ribuan Beasiswa hingga Insentif Miliaran Rupiah

Tak hanya itu, peningkatan aktivitas ekonomi juga didorong oleh berkembangnya sektor investasi dan pariwisata. Fawait mencontohkan lonjakan jumlah wisatawan di sejumlah destinasi unggulan yang meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya.

“Ini menunjukkan optimisme bahwa ekonomi Jember akan semakin kuat ke depan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan secara signifikan. Fokus intervensi diarahkan pada wilayah pinggiran seperti desa, kawasan hutan, dan pesisir melalui program pemerataan pembangunan.

“Target akhir kita adalah kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada penurunan kemiskinan,” tegas Fawait.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru