Mahasiswa MSP FPIK UB Gelar Expo Praktikum Penginderaan Jauh 2026, Tampilkan Analisis Spasial Berbasis Citra Satelit

PROGRAM Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), menyelenggarakan Expo Praktikum Penginderaan Jauh 2026 pada Rabu (20/5/2026) di Lapangan Bola Voli FPIK UB.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00–14.00 WIB tersebut merupakan bagian dari praktikum mata kuliah Penginderaan Jauh yang diikuti mahasiswa MSP angkatan 2023.

Expo ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil pengolahan dan analisis data spasial berbasis citra satelit yang telah mereka kerjakan selama praktikum berlangsung. Berbagai hasil pemetaan dan analisis lingkungan perairan ditampilkan dalam bentuk poster ilmiah dan presentasi interaktif yang menarik perhatian civitas akademika.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori penginderaan jauh di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam mengolah data spasial, melakukan interpretasi citra satelit, hingga menyampaikan hasil analisis secara ilmiah kepada publik.

Salah satu dosen pembimbing praktikum, Arief Darmawan, Ph.D., menjelaskan bahwa penginderaan jauh menjadi salah satu teknologi penting dalam pengelolaan sumber daya perairan dan lingkungan pesisir di era modern.

“Mahasiswa perlu memahami bagaimana teknologi penginderaan jauh dapat dimanfaatkan untuk memetakan kondisi lingkungan perairan secara efektif dan efisien. Melalui expo ini, mahasiswa dilatih tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi ilmiah dan penyampaian data kepada masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan praktikum ini dibimbing oleh tim dosen Program Studi MSP, yaitu Arief Darmawan, Ph.D., Alfi Nur Rusydi, M.Sc., dan Pratama Diffi Samuel, M.Ling. Selama proses pembelajaran, mahasiswa mengintegrasikan ilmu Penginderaan Jauh dengan berbagai bidang kajian lain, seperti Ekologi Perairan, Kualitas Air, Konservasi Sumber Daya Perairan, hingga Pengelolaan Pesisir Terpadu.

Integrasi lintas bidang tersebut memberikan pemahaman komprehensif kepada mahasiswa mengenai pentingnya data spasial dan teknologi satelit dalam mendukung pengelolaan lingkungan perairan yang berkelanjutan. Berbagai topik yang dipresentasikan mahasiswa juga menunjukkan penerapan teknologi geospasial untuk monitoring kondisi pesisir dan perairan secara lebih akurat.

Alfi Nur Rusydi, M.Sc., menambahkan bahwa kegiatan expo menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang kolaboratif dan aplikatif di lingkungan FPIK UB.

“Mahasiswa didorong untuk mampu menerjemahkan data ilmiah menjadi informasi yang mudah dipahami dan bermanfaat dalam pengelolaan sumber daya perairan. Ini menjadi bekal penting bagi mereka di dunia kerja maupun penelitian,” jelasnya.

Melalui Expo Praktikum Penginderaan Jauh 2026, FPIK UB terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik dan teknologi untuk menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pengelolaan lingkungan perairan modern.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan kompetensi teknologi dan pengelolaan sumber daya perairan berbasis sains.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru