PROGRAM Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional tanggal 02 Mei Tahun 2026 melalui aksi langsung bersama kelompok masyarakat setempat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Edukasi dan Pemetaan Partisipatif Sumber Daya Alam Sebagai Dasar Pengembangan Ekowisata di Pantai Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi” ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan dalam mendukung pengelolaan ekowisata pesisir yang berkelanjutan. Ketua Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan, Prof. Dr. Uun Yanuhar, S.Pi., M.Si., menyampaikan bahwa dosen-dosen MSP hadir untuk menjembatani teori ilmiah dengan solusi praktis atas permasalahan di lapangan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat lokal, mulai dari kelompok sadar wisata (Pokdarwis), Pokwisri (Kelompok Wisata Bahari), nelayan, hingga tokoh pemuda desa. Fokus utamanya adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir sekaligus memetakan aset alam yang dimiliki Pantai Bimorejo. “Melalui kegiatan ini, dosen Prodi MSP hadir untuk berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi langsung dengan masyarakat. Harapannya, ilmu pengetahuan yang berkembang di perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi dalam membantu menyelesaikan persoalan ekowisata di lapangan,” ujar Prof. Uun.
Pada kegiatan tersebut, Bapak Arief Darmawan, S.Si, M.Sc, Ph.D hadir sebagai pemateri. Beliau menyampaikan materi terkait Pemetaan Partisipatif Sumber Daya Alam Sebagai Dasar Pengembangan Ekowisata di Pantai Bimorejo, khususnya mengenai pentingnya tata kelola wilayah pesisir dalam pengelolaan kawasan ekowisata.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi bersama masyarakat untuk menggali berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi dalam pengelolaan wisata Pantai Bimorejo. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah permasalahan sampah di kawasan wisata. Permasalahan tersebut menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi kenyamanan pengunjung, kualitas lingkungan pesisir, serta keberlanjutan kegiatan ekowisata. Selain itu, pengelolaan dengan sistem zonasi perlu untuk dipahami dan kemudian dapat diterapkan oleh masyarakat pengelola demi kemajuan aktivitas ekowisata di Pantai Bimorejo.
Bapak Arif Darmawan menyampaikan bahwa tata ruang wilayah pesisir dalam pengelolaan ekowisata sangat penting untuk diperhatikan. “Penggunaan teknologi Geographic Information System (GIS) menjadi sangat krusial sebagai alat bantu pengambilan keputusan. Dengan GIS, masyarakat tidak hanya melihat wilayahnya sebagai objek fisik, tetapi sebagai hamparan data yang dapat dianalisis untuk memprediksi risiko bencana pesisir dan menentukan zonasi ekonomi yang paling efektif.,” jelas Bapak Arif.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Prodi MSP FPIK UB berharap kapasitas kelompok masyarakat Pantai Bimorejo dalam mengelola ekowisata dapat semakin meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola wisata berbasis komunitas yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini juga menjadi bagian dari kontribusi Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan FPIK UB dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui edukasi dan peningkatan kapasitas masyarakat, SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui perhatian terhadap pengelolaan sampah kawasan wisata, SDGs 14 tentang ekosistem lautan melalui upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir, serta SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan melalui penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui kegiatan ini, pengembangan ekowisata Pantai Bimorejo diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan lingkungan dan tata kelola berbasis komunitas.
Editor : Redaksi