LAMONGAN(Realita)- Kekhawatiran terus menghantui warga di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Hal itu Bu disebabkan adanya aktivitas pembangunan pabrik sepatu yang menimbulkan suara dan getaran yang sangat keras.
Warga setempat mengatakan gangguan tersebut berasal dari pekerjaan tiang pancang (pondasi beton) yang dirasakan hampir setiap hari. Bahkan dikhawatirkan terjadi kerusakan bangunan yang ada disekitarnya.
Baca juga: Warga Sedayulawas Geruduk Kantor Desa, Pertanyakan Soal IPAL PT. QL Hasil Laut Lamongan
"Kami khawatir bangunan-bangunan rumah yang ada didekatnya rusak. Belum lagi suaranya yang sangat mengganggu," kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya disekitar lokasi proyek, Selasa (7/4/2026).
Disinggung soal tanggungjawab pihak pelaksana pekerjaan, warga tersebut mengaku baru dijanjikan. "Kalau suatu hari ada kerusakan pada bangunan rumah, pihak kontraktor bersedia mengganti. Semoga saja rumahnya gak roboh, apalagi sampai ada korban. Karena kalau seperti itu, siapa yang tanggungjawab?," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lamongan, Dina Ariyani, saat dikonfirmasi mengaku sudah memanggil pihak perusahaan.
"Kemarin sudah memanggil pihak perusahaan, infonya tidak ada keluhan warga dan semua perijinan dimiliki," kata Dina.
Baca juga: Pencari Kerja di Lamongan Tertipu Lowongan Kerja Mengatasnamakan Perusahaan BUMN
Terpisah, anggota Komisi C DPRD Lamongan, Ahmad Umar Buwank, mengatakan sudah koordinasi dengan pihak DPMPTSP, termasuk meminta salinan perijinannya.
"Kita sudah minta salinan perijinannya ke Bu Dina, katanya masih diupayakan. Nanti kita juga akan kroscek terkait ijin PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) nya," tegas anggota dewan dari Fraksi PDI-P itu.
Berdasarkan informasi, pembangunan pabrik sepatu tersebut berdiri di atas hektaran Lahan Sawah Dilindungi dan berdekatan dengan rumah-rumah warga.
Baca juga: Ulat Hidup Ditemukan di Menu MBG Salah Satu Siswa TK di Sukodadi Lamongan
Meski bermanfaat untuk menampung ribuan tenaga kerja, namun diharapkan agar pemerintah daerah dapat memberikan ruang kepada para investor dengan menyediakan lahan industri di wilayah yang jauh dari pemukiman, terlebih di atas lahan hijau.
Reporter: M.Yusuf Al Ghoni
Editor : Redaksi