PAD Pasar Malam Ramadhan  Ponorogo Naik Rp 30 Juta dari 2025, DPRD: Becek dan MCK Jadi Catatan

realita.co
Pelaksanaan pasar malam ramadhan selama 37 hari memberikan kontribusi PAD Rp 600 juta dari sektor sewa lapak. 

PONOROGO (Realita)- Gelaran Pasar Malam Ramadan di Alun-alun Ponorogo yang berlangsung selama 37 hari resmi berakhir dengan mencatatkan kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, DPRD Kabupaten Ponorogo menilai capaian tersebut masih bisa didorong lebih maksimal melalui inovasi tata kelola dan pelibatan pihak ketiga.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Perdagkum) Ponorogo Okta Hariyadi, mengungkapkan bahwa total PAD yang berhasil dihimpun dari sewa lahan pedagang mencapai Rp600.096.500.  Angka ini mengalami kenaikan sekitar Rp30 juta dibandingkan perolehan tahun 2025 yang berada di kisaran Rp570 juta.

Baca juga: Sinergi dengan Pemkab Ponorogo, Bank Jatim Bantu Mempercantik Alun-Alun


"Kenaikan Rp30 juta ini menurut saya sudah luar biasa. Dari tahun-tahun sebelumnya tidak pernah mencapai angka Rp600 juta. Setiap tahun kita terus mengalami kenaikan," ujarnya, Selasa (14/04/2026). 


Menurut Okta, penyelenggaraan pasar malam tahun ini berlangsung cukup panjang, yakni mulai 5 Maret hingga 3 April, dan diperpanjang hingga 11 April 2026. Okta menjelaskan, salah satu motor kenaikan PAD tahun ini adalah adanya klaster baru, yakni Dinosaurus Show.


"Dinosaurus memberi kontribusi sekitar Rp18 juta selama 30 hari. Ini salah satu faktor yang membantu kenaikan total kita," jelasnya.


Meski durasi penyelenggaraan mencapai 37 hari dengan kehadiran 293 UMKM dan 6 wahana besar, Okta mengakui kenaikan belum bisa melonjak drastis. Faktor cuaca menjadi kendala utama. Beberapa area yang seharusnya digunakan untuk wahana permainan kecil tidak bisa ditempati karena kondisi lahan yang hujan dan becek.

“ Karena ada area yang harusnya dipakai teman-teman mainan kecil, tapi karena hujan dan becek, mereka tidak pakai,” 

Baca juga: Gelontorkan Dana CSR, Bank Jatim Percantik Aloon-Aloon Ponorogo


Sebagai informasi, tarif sewa lapak masih dipatok sama sejak tahun 2023, yakni sebesar Rp1.500 per meter persegi per hari. Adapun pendapatan Rp600 juta tersebut murni dari sewa lahan, di luar pajak mainan dan iuran kebersihan.


Menanggapi capaian tersebut, Anggota Fraksi PDI-P DPRD Ponorogo, Agung Priyanto memberikan apresiasi atas kenaikan yang diraih. Namun, ia menekankan pentingnya optimalisasi PAD di tengah terpangkasnya Dana Alokasi Umum (DAU) Ponorogo sebesar Rp261 miliar.


"Kita apresiasi kenaikan Rp30 juta itu. Cuma kedepan perlu dibuat pola baru. Jangan hanya mengandalkan sewa lapak agar tidak membebani masyarakat yang ingin menikmati wahana," kata Agung.

Baca juga: Pandemi Mereda, Alun Alun Sidoarjo Mulai Ramai lagi


Agung menyarankan agar pemerintah daerah mulai menggandeng sponsor, seperti perbankan atau perusahaan swasta, meniru model pengelolaan Grebeg Suro. Menurutnya, kehadiran sponsor bisa menjadi sumber PAD baru tanpa harus menaikkan tarif lapak atau tiket masuk.


Selain masalah pendapatan, DPRD memberikan sejumlah catatan kritis terkait kenyamanan pengunjung selama 37 hari pelaksanaan, di antaranya: Fasilitas toilet umum yang representatif dinilai masih minim. Jika dikelola dengan retribusi yang jelas, hal ini juga bisa menambah pemasukan daerah. Alun-alun seringkali terlihat semrawut dan becek saat hujan. 

“ Harapan saya tata kelolanya diperbaiki. Jangan sampai kelihatan semrawut. Buat akses jalan yang bagus sehingga orang nyaman mengitari alun-alun, tidak berdempet-dempetan," pungkasnya. znl

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru