Datang ke Jember, Kepala BGN Sebut Jember Layak Jadi Percontohan Nasional Pelaksanaan MBG

realita.co
Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana di Jember, Kamis (16/4/2026). Foto: Roesdi

JEMBER (Realita) – Kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, ke Kabupaten Jember menegaskan bahwa daerah ini layak menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain dinilai tepat sasaran, program ini juga menunjukkan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi daerah.
Penilaian tersebut disampaikan saat peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cahaya Sholawat Nusantara, di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kamis (16/4/2026).

Baca juga: Pertamina Ingatkan Risiko Penyalahgunaan Barcode Solar Subsidi, Sektor Pertanian Jadi Sorotan

Kehadiran Dadan menjadi bukti keseriusan pemerintah pusat dalam memastikan implementasi MBG berjalan optimal di daerah.
Menurut Dadan Hindayana, salah satu keunggulan Jember terletak pada sistem pendataan yang akurat hingga tingkat desa, RT, dan RW, sehingga penerima manfaat dapat teridentifikasi dengan lebih tepat.

“Pendataan sampai tingkat bawah membuat program ini lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, akurasi data menjadi kunci keberhasilan program MBG, terutama untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dengan sistem yang sudah berjalan di Jember, ia menilai daerah ini memiliki fondasi kuat untuk menjadi model nasional.

Saat ini, jumlah penerima manfaat MBG di Jember mencapai sekitar 800.000 orang atau sekitar 30 persen dari total penduduk. Meski demikian, masih terdapat tantangan dalam pendataan, terutama bagi kelompok seperti santri, balita tanpa identitas resmi, serta anak dari pernikahan dini yang belum sepenuhnya terjangkau program.

Untuk menjangkau seluruh sasaran, Jember diperkirakan membutuhkan sekitar 400 unit SPPG. Setiap unit mengelola anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan, dengan komposisi penggunaan anggaran meliputi 70 persen untuk bahan pangan, 20 persen operasional, dan 10 persen pengembalian investasi.

Selain meningkatkan asupan gizi masyarakat, program MBG juga membuka peluang kerja baru, termasuk bagi ibu rumah tangga yang terlibat dalam operasional SPPG.

“Program ini juga membuka lapangan kerja, termasuk bagi ibu rumah tangga,” kata Dadan.
Lebih jauh Dadan menyebut secara nasional, sekitar 26.800 unit SPPG telah berjalan melalui kemitraan berbagai pihak. Peran mitra dinilai penting dalam mempercepat implementasi program MBG di berbagai daerah.

Baca juga: Pasar Murah Pertamina Hadir di Jember, Sembako Rp211 Ribu Ditebus Rp30 Ribu untuk Warga Pra Sejahtera

Dengan capaian tersebut, pelaksanaan MBG di Jember tidak hanya menghadirkan solusi pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi model pembangunan berbasis ekonomi kerakyatan.

“Keberhasilan ini memperkuat posisi Jember sebagai daerah yang layak dijadikan rujukan nasional dalam mengintegrasikan program sosial dengan penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Jember Gus Fawait, mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program MBG. Ia menyebut, setiap turun ke lapangan, warga selalu menanyakan kapan program tersebut dapat dinikmati.

“Kalau kami turun langsung, masyarakat selalu bertanya kapan bisa mendapatkan MBG,” katanya.

Baca juga: Gerak Cepat Liposos, ODGJ Bawa Sajam di Jember Berhasil Dievakuasi

Fawait menegaskan, MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga memiliki efek berantai terhadap perekonomian daerah. Ia memperkirakan potensi perputaran uang dari program ini di Jember bisa mencapai hampir Rp4 triliun setiap tahun, mendekati total APBD Jember yang berada di kisaran Rp4,3 triliun.

“Perputaran ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Jember pun berkomitmen mengoptimalkan penggunaan bahan pangan lokal dalam operasional MBG. Strategi ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari petani, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja lokal.

“Kami akan mengawal program ini agar sukses dan menekan angka kemiskinan di Jember,” tambahnya.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru