DEPOK (Realita)- Pemberangkatan ratusan calon jemaah haji Kota Depok yang tergabung dalam Kloter 2 JKS berlangsung penuh haru di Balai Kota Depok, dengan berbagai kisah perjuangan dan pengorbanan yang menyertai perjalanan menuju Tanah Suci.
Suasana pelepasan dipenuhi emosi, mulai dari tangis keluarga hingga doa yang mengiringi langkah para jemaah.
Baca juga: Bank Jatim Teken MoU Terkait Pelayanan Syariah Ibadah Haji
Di balik prosesi tersebut, tersimpan cerita inspiratif dari para calon jemaah yang menempuh perjalanan panjang demi menunaikan rukun Islam kelima.
Salah satu kisah menyentuh datang dari Ghathafan Raziq Yulamlam, calon jemaah haji asal Kecamatan Pancoran Mas yang masih berusia 16 tahun.
Ia berangkat menggantikan sang ayah yang telah meninggal dunia dua tahun lalu.
“Alhamdulillah, saya merasa senang dan sangat bersyukur bisa mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji,” tutur Raziq kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).
“Awalnya, ayah saya yang seharusnya berangkat haji. Namun, ayah meninggal dunia dua tahun lalu, sehingga saya menggantikannya,” imbuh Raziq.
Meski masih berusia muda, Raziq mengaku telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mengikuti manasik haji hingga menyiapkan kebutuhan perlengkapan sebelum keberangkatan.
“Untuk persiapan, saya mengikuti manasik. Beberapa hari sebelum keberangkatan, saya juga menyiapkan perlengkapan seperti membeli kebutuhan dan pakaian. Koper bagasi pun sudah disetor kemarin,” jelas Raziq.
Ia berharap seluruh rangkaian ibadah yang akan dijalankan di Tanah Suci dapat berlangsung dengan lancar dan membawa keberkahan.
“Saya berharap selama di Tanah Suci ibadah berjalan lancar dan semoga menjadi haji yang mabrur,” beber Raziq.
Baca juga: Ketua BPKN RI Himbau Pengusaha Travel untuk Penuhi Hak Calon Jemaah Haji Furoda 2025
Selain itu, ia juga menyampaikan doa untuk keluarga yang ditinggalkan serta seluruh jemaah agar diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah.
“Untuk keluarga di rumah, semoga selalu sehat. Mohon doa agar ibadah saya lancar. Saya juga mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kelancaran ibadah, kesehatan, dan bisa kembali ke Indonesia dengan selamat,” harap Raziq.
Kisah lain datang dari Septi Kurniawati (38), calon jemaah haji asal Kecamatan Beji, yang harus menunggu selama 12 tahun sejak mendaftar pada 2014 untuk akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
“Persiapan utama tentu dari segi mental, kemudian fisik, serta perlengkapan dan pengetahuan terkait ibadah haji,” papar Septi.
Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju keberangkatan tidak mudah, terutama karena harus mengurus berbagai keperluan administrasi dari luar kota.
Baca juga: CJH Kabupaten Sampang Terbagi Dua Kloter, 25 dan 26
“Saya mendaftar sejak tahun 2014 dan harus menunggu selama 12 tahun. Saat ini saya berdomisili di luar kota, jadi harus bolak-balik ke Depok untuk mengurus berbagai keperluan. Cukup melelahkan, tetapi insyaallah menjadi berkah,” kata Septi.
Dalam hal pembiayaan, Septi menyiapkan dana secara bertahap agar tidak menjadi beban berat.
“Untuk pembiayaan, saya memulai dengan setoran awal Rp25 juta. Kemudian dalam beberapa tahun terakhir saya mengikuti tabungan dengan sistem autodebet, serta program tabungan Rp10 juta untuk membantu pelunasan agar tidak terlalu berat,” beber Septi.
Ia berharap seluruh proses ibadah haji yang dijalankan dapat berlangsung lancar serta seluruh jemaah diberikan kesehatan.
“Harapan saya, semoga dalam menjalankan ibadah haji diberikan kelancaran dan kemudahan dalam melaksanakan rukun, wajib, maupun sunnah. Semoga juga diberikan kesehatan, baik bagi yang berangkat maupun keluarga yang ditinggalkan,” tukas Septi. hry
Editor : Redaksi