MADIUN (Realita) - Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Komunitas Parenting Bisa Belajar Madiun menggelar lomba mewarnai yang diikuti oleh 88 anak, Minggu (3/5/2026), di Hall Graha Mangga, Kota Madiun.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya menghadirkan ruang edukatif yang menyenangkan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
Baca juga: Sigit Budiarto Resmi Jadi Sekda Kabupaten Madiun, Akhiri Kekosongan Jabatan Sejak 2025
Acara yang diinisiasi oleh Founder Bisa Belajar Madiun, Cindyra Laila, tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Madiun. Antusiasme terlihat sejak awal kegiatan, dengan para peserta yang hadir bersama orang tua untuk mengikuti lomba dalam suasana penuh keceriaan.
Cindyra menjelaskan bahwa lomba mewarnai ini dibagi menjadi tiga kategori. Kategori A diperuntukkan bagi anak tingkat TK dengan pendampingan orang tua, kategori B untuk siswa SD kelas 1 hingga 3, dan kategori C untuk siswa SD kelas 4 hingga 6 yang mengikuti lomba secara mandiri.
“Untuk kategori TK, anak didampingi orang tua. Sementara kategori SD kelas 1 sampai 3 dan kelas 4 sampai 6 mengikuti secara mandiri sesuai tingkatannya,” jelas Cindyra.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program komunitas parenting yang secara konsisten menghadirkan aktivitas edukatif bagi anak dan orang tua. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu dilakukan di ruang kelas, tetapi juga dapat melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak dan orang tua bisa membangun bonding yang kuat, sekaligus belajar dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, dalam penilaian lomba, panitia menunjuk satu juri yang merupakan lulusan seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Penunjukan juri tunggal ini bertujuan untuk menjaga objektivitas hasil penilaian.
Adapun kriteria yang digunakan dalam penilaian meliputi komposisi warna, keindahan, kreativitas, serta kekompakan antara anak dan orang tua, khususnya pada kategori TK.
Baca juga: Penahanan Ijazah Tak Berdasar Hukum, Disnakerin Madiun Ambil Langkah Tegas
Cindyra juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus memberikan dampak positif terhadap tumbuh kembang anak, baik dari sisi kreativitas maupun emosional.
“Pendidikan tidak hanya diperoleh secara formal di sekolah, tetapi juga dari lingkungan yang membuat anak merasa aman, dicintai, dan dihargai. Dengan begitu, mereka dapat tumbuh dan bersinar sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan oleh Inda Raya Ayu Miko Saputri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup lingkungan, adab, serta pengembangan kreativitas anak.
“Ketika anak diberikan kebebasan untuk berekspresi, mereka akan tumbuh dengan lebih bahagia dan mampu meraih cita-citanya,” ungkapnya.
Inda Raya, yang juga merupakan Bunda sekaligus pendukung komunitas Bisa Belajar Madiun, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah positif di tengah tantangan dunia pendidikan saat ini.
Baca juga: Warga RW 08 Kelurahan Josenan, Gelar Istighosah Terkait Polemik Pembangunan KKMP di Lapangan
“Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama di era sekarang ketika ruang berekspresi anak mulai berkurang. Ini menjadi pengingat bagi orang tua bahwa anak perlu tumbuh dengan bahagia,” tambahnya.
Mantan Wakil Wali Kota Madiun periode 2019–2024 tersebut juga memberikan pesan kepada anak-anak dalam momentum Hari Pendidikan Nasional.
“Teruslah belajar, jangan pernah berhenti bermimpi, dan raihlah cita-cita dengan penuh kebahagiaan,” tandasnya.
Sebagai informasi, Komunitas Bisa Belajar Madiun telah berdiri sejak tahun 2022 dan secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif. Hingga kini, komunitas tersebut telah menggelar lebih dari 20 hingga 30 kegiatan serupa dan memiliki sekitar 3.400 anggota yang tergabung dalam grup WhatsApp dan Instagram. Yw
Editor : Redaksi