Wali Murid dan Guru SDN Tambakrigadung 2 Lamongan Mengeluhkan Bau tidak Sedap Menu MBG

realita.co
Laporan dalam grup Whats'app itu kemudian diunggah di Facebook.

LAMONGAN (Realita)– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah muncul keluhan wali murid dan guru di SDN Tambakrigadung 2, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan.

Berdasarkan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang beredar, salah seorang wali murid memberikan laporan langsung mengenai kondisi makanan yang dibagikan pada hari Kamis, (7/05/2026), diduga dalam kondisi tidak segar dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Baca juga: Dinas Pendidikan Lamongan Buat Acara Tasyakuran dan Makan bersama pada Jam Kerja

"Ngaputen nggih, untuk ayam saus mentai ayamnya agak bau bu," tulis salah satu anggota grup mengadu kepada pihak sekolah.

Laporan dalam grup Whats'app itu kemudian diunggah di media sosial (medsos) Facebook dengan nada peringatan keras kepada penyelenggara program MBG.

"Maaf saya dapat laporan dari wali murid siswa SDN Tambakrigadung 2, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan. Bahwa menu MBG hari ini dagingnya bau dan tidak layak konsumsi," tulis unggahan tersebut.

Ia juga meminta agar pihak penyelenggara lebih serius dalam memperhatikan kualitas bahan pangan. "Tolong MBG kalau sudah niat kasih ya yang benar bergizi, paling tidak ya yang layak konsumsi. Jangan malah menambah penyakit," tambahnya.

Sementara saat dikonfirmasi, mitra SPPG Tambaktigadung 2, Rukoiyah, mengelak jika masakan yang dibuat dan dikirim dari dapurnya, tidak sedap.

Baca juga: Warga Mantup Dapat Mobil dari Viu & Telkomsel, Diarak Meriah dengan Tradisi Lokal di Lamongan

"Sudah di klarifikasi ke sekolah saat itu ternyata gak ada keluhan sama sekali, enak masakannya, anak-anak habis semua makannya," kata Rukoiyah, Minggu (10/5/2026).

Dirinya menjelaskan jika bau tak sedap yang ditimbulkan, lantaran makanan basah dengan wadah yang tertutup. 

"Makanan anaknya itu dibawah pulang dikrukep sehari di dalam tas. Otomatis nyampek rumah ya ada aroma gak sedap. Soalnya itu makanan basah bukan kering," ujarnya.

Baca juga: 73 Siswa Keracunan MBG, Pemkot Kediri Perketat Pengawasan SPPG

Dalam brosur menu makanan yang dibagikan saat itu, diklaim memiliki kandungan gizi yang lengkap. Untuk porsi besar, tercatat mengandung: Energi: 590,7 kkal, Protein: 25,2 g, Lemak: 18,41 g, Karbohidrat: 71,87 g dan Serat: 3 g. 

Namun, standar gizi yang tinggi di atas kertas tersebut kini dipertanyakan oleh publik lantaran kualitas bahan baku yang diterima siswa di lapangan justru dinilai membahayakan kesehatan.

Reporter: M.Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru