KA Pandalungan 2 Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Jember–Jakarta

realita.co
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember meluncurkan KA Pandalungan 2 relasi Jember–Gambir pulang pergi.

JEMBER (Realita) - Tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api jarak jauh mendorong PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 9 Jember meluncurkan KA Pandalungan 2 relasi Jember–Gambir pulang pergi.

Kereta baru yang mulai beroperasi pada Kamis (18/6/2026) itu menjadi jawaban atas meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi dan pariwisata antara wilayah Tapal Kuda dengan Jakarta.

Baca juga: Gus Fawait Kukuhkan Forum Pesantren dan Guru Ngaji, Dorong Santri Jadi Penggerak Jember Maju Menulis

Peluncuran KA Pandalungan 2 menandai bertambahnya pilihan perjalanan bagi masyarakat yang hendak menuju ibu kota maupun sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Kehadiran layanan baru ini juga menjadi bagian dari upaya KAI meningkatkan akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat.

Keputusan menambah perjalanan tersebut tidak lepas dari tingginya okupansi KA Pandalungan yang telah beroperasi sejak 2023. Dalam tiga tahun terakhir, kereta tersebut menjadi salah satu moda favorit masyarakat untuk perjalanan lintas provinsi.

"Selama tahun 2025, KA Pandalungan telah melayani 409.200 pelanggan. Pada periode Januari hingga Mei 2026 jumlah pelanggan mencapai 173.977 orang atau meningkat 5,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menunjukkan kebutuhan perjalanan Jember–Jakarta terus tumbuh," ujar Vice President KAI Daop 9 Jember, Hengky Prasetyo.

Data tersebut menjadi indikator kuat bahwa permintaan perjalanan dari kawasan timur Jawa menuju Jakarta masih terus meningkat. KAI pun menilai penambahan frekuensi perjalanan menjadi langkah strategis untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Bahkan pada hari pertama operasional, KA Pandalungan 2 langsung mencatat capaian yang menggembirakan. Tingkat okupansi secara keseluruhan mencapai 160 persen, sementara okupansi penumpang yang naik dari wilayah Daop 9 Jember telah menembus sekitar 50 persen.

Menurut Hengky, angka tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin tinggi. Apalagi peluncuran dilakukan menjelang masa libur sekolah yang biasanya diikuti lonjakan jumlah penumpang.

"Ini baru hari Kamis. Kami optimistis pada akhir pekan dan masa liburan sekolah jumlah pelanggan akan semakin meningkat," katanya.

KA Pandalungan 2 menggunakan delapan kereta eksekutif stainless steel dengan kapasitas total 400 tempat duduk. Sarana modern tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan selama perjalanan jarak jauh dari Jember menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Untuk perjalanan dari Jember menuju Gambir, kereta diberangkatkan pukul 09.05 WIB dan tiba di Jakarta pukul 22.03 WIB. Sementara perjalanan dari Gambir menuju Jember berangkat pukul 09.25 WIB dan tiba pukul 23.20 WIB.

Selain menghubungkan dua kota utama, KA Pandalungan 2 juga melayani sejumlah kota strategis di Pulau Jawa seperti Lumajang, Probolinggo, Surabaya, Semarang hingga Cirebon tanpa harus berganti moda transportasi.

Baca juga: Petani Silo Jember Tolak Batalyon TP, Negara Diminta Tak Gusur Ruang Hidup Rakyat

"Bagi kami, konektivitas bukan hanya soal perjalanan. Konektivitas adalah bagaimana menjembatani daerah dengan pusat pertumbuhan ekonomi serta mengantarkan masyarakat menuju masa depan yang lebih sejahtera," tegas Hengky.

Ia menilai kehadiran KA Pandalungan 2 akan memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Mobilitas masyarakat yang semakin mudah diyakini dapat mendorong pertumbuhan sektor perhotelan, kuliner, transportasi lanjutan, pendidikan, UMKM hingga pariwisata.

KAI juga memandang peluncuran KA Pandalungan 2 sebagai bagian dari transformasi besar layanan perkeretaapian di wilayah Daop 9 Jember. Sejumlah pengembangan infrastruktur terus dilakukan untuk mengimbangi peningkatan jumlah pelanggan.

Salah satu proyek strategis yang saat ini berlangsung adalah pengembangan Stasiun Jember. KAI menargetkan stasiun tersebut menjadi yang termegah di wilayah Daop 9 pada penghujung tahun 2026.

"Insyaallah Desember 2026 nanti Stasiun Jember menjadi stasiun termegah di wilayah Daop 9. Kami berharap stasiun ini menjadi kebanggaan masyarakat Jember," ungkap Hengky.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jember menyambut positif kehadiran layanan baru tersebut. Tambahan frekuensi perjalanan dinilai akan memperkuat aksesibilitas masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, hingga pariwisata.

Baca juga: Dirut Perumdam Tirta Pandalungan Belum Terisi, Pemkab Jember Ulang Seleksi dari Nol

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Harry Agus Triono, mengatakan konektivitas yang semakin baik menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan daya saing Jember di tingkat nasional.

Menurutnya, kemudahan transportasi akan membuka peluang investasi, memperlancar arus barang dan jasa, serta memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan di kota-kota besar.

"Ini memberikan alternatif transportasi yang semakin memudahkan masyarakat. Dengan konektivitas yang semakin baik, tentu akan mendukung semangat Jember Baru dan Jember Maju, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya," ujar Harry.

Mengusung filosofi "Pandalungan" yang merepresentasikan harmoni budaya masyarakat Tapal Kuda, kereta ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga menjadi simbol pemersatu wilayah dan penghubung berbagai potensi ekonomi di sepanjang lintasannya.

Dengan tingginya okupansi sejak hari pertama beroperasi, KA Pandalungan 2 diproyeksikan menjadi salah satu layanan unggulan KAI yang mampu memperkuat posisi Jember sebagai simpul transportasi penting di Jawa Timur sekaligus mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan.

"Kereta ini juga diharapkan menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan pembangunan daerah di sepanjang jalur yang dilaluinya," pungkasnya.rdy

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru