MALANG – Sampah plastik di laut telah menjadi salah satu tantangan lingkungan terbesar di dunia. Menjawab persoalan tersebut, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi internasional dengan International Islamic University Malaysia (IIUM) melalui Adjunct Professor Program Batch 1 Tahun 2026. Kolaborasi ini mempertemukan keahlian di bidang pencemaran laut dan rekayasa material berkelanjutan untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap permasalahan plastik di lingkungan pesisir dan laut.
Melalui program ini, FPIK UB menggandeng Assoc. Prof. Ir. Dr. Fathilah binti Ali dari Department of Chemical Engineering and Sustainability, Kulliyyah of Engineering, IIUM. Kolaborasi akademik tersebut dikoordinasikan oleh Prof. Defri Yona dari Program Studi Ilmu Kelautan FPIK UB sebagai upaya memperkuat riset lintas disiplin yang menghubungkan ilmu kelautan dengan teknologi material ramah lingkungan.
Baca juga: Biaya Pakan Membengkak hingga 70 Persen, FPIK UB Hadirkan Solusi Efisiensi bagi Pembudidaya Lele
Tidak hanya menjadi ajang pertukaran ilmu antarnegara, kolaborasi ini juga membuka peluang lahirnya inovasi yang dapat mendukung pengurangan pencemaran plastik di laut. Pendekatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 14 (Life Below Water) melalui upaya melindungi ekosistem laut dari pencemaran plastik, SDG 13 (Climate Action) melalui pengembangan material berkelanjutan, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran internasional, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang mendorong kolaborasi global dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Assoc. Prof. Dr. Fathilah memberikan tiga kuliah tamu secara daring kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan FPIK UB. Pada mata kuliah Marine Pollution, ia membawakan materi "Biodegradable Plastics in the Marine Environment: A Potential Source of Risk or Mitigation?", sementara pada mata kuliah Climate Change and Marine Ecosystems ia mengangkat topik "Natural Alternatives: Fixing Plastic Waste and Climate Issues Together."
Melalui perkuliahan tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada perkembangan terkini mengenai teknologi polimer biodegradable, material berkelanjutan, serta tantangan dan peluang penerapannya dalam mengurangi dampak pencemaran plastik di lingkungan laut. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan memperluas perspektif mahasiswa dalam mencari solusi terhadap persoalan lingkungan yang semakin kompleks.
Baca juga: FPIK UB and IIUM Join Forces through Adjunct Professor Program to Tackle Marine Plastic Pollution
Kolaborasi kedua institusi juga diwujudkan melalui penyusunan artikel ilmiah bersama berjudul "Rotten Sweet Potato Starch Biocomposites Reinforced with Kenaf Fiber and Ziziphus mauritiana Extract" yang direncanakan akan dipublikasikan pada Journal of Natural Fibers. Penelitian tersebut mengintegrasikan keahlian FPIK UB di bidang lingkungan laut dengan kepakaran IIUM dalam rekayasa polimer berkelanjutan, sehingga diharapkan menghasilkan inovasi material yang lebih ramah lingkungan.
Selain mendukung riset bersama, Assoc. Prof. Dr. Fathilah juga berkontribusi dalam peningkatan mutu akademik Universitas Brawijaya dengan menjadi reviewer internasional bagi naskah yang masuk ke Indonesian Green Technology Journal (IGTJ). Keterlibatan akademisi internasional ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperluas visibilitas jurnal di tingkat global.
Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Prof. Defri Yona melakukan kunjungan akademik ke IIUM pada 29 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan profil Universitas Brawijaya, FPIK UB, serta Program Studi Ilmu Kelautan, termasuk berbagai capaian dalam pendidikan, penelitian, dan kolaborasi internasional.
Baca juga: FPIK UB Go Internasional! Gandeng Universiti Malaysia Sabah untuk Riset dan Pertukaran Mahasiswa
Prof. Defri juga memaparkan hasil-hasil penelitian mengenai sampah laut dan mikroplastik di berbagai wilayah pesisir Indonesia. Diskusi yang berlangsung bersama para akademisi Department of Chemical Engineering and Sustainability menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, mulai dari penelitian bersama, publikasi pada jurnal bereputasi internasional, pertukaran akademisi dan mahasiswa, kuliah tamu, hingga pengembangan bimbingan bersama bagi mahasiswa.
Melalui Adjunct Professor Program 2026, FPIK Universitas Brawijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun jejaring akademik global yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan solusi ilmiah bagi tantangan lingkungan dunia. Sinergi antara FPIK UB dan IIUM diharapkan menjadi fondasi kolaborasi jangka panjang yang melahirkan inovasi berkelanjutan untuk melindungi ekosistem laut sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat internasional.
Editor : Redaksi