MALANG – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) kembali memperkuat langkah internasionalisasi melalui kerja sama dengan Faculty of Science and Technology (FST), Universiti Malaysia Sabah (UMS). Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) yang menjadi fondasi awal pengembangan berbagai program akademik dan penelitian bersama.
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen FPIK UB untuk menghadirkan pengalaman belajar bertaraf internasional bagi mahasiswa sekaligus memperluas jejaring riset global di bidang perikanan, akuakultur, dan ilmu kelautan.
Delegasi FST UMS dipimpin langsung oleh Dekan, Prof. Dr. Rodeano Roslee, didampingi Associate Prof. Mohd Khalizan Sabullah beserta lima staf akademik lainnya. Kehadiran rombongan disambut oleh Dekan FPIK UB, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto, bersama Wakil Dekan Bidang Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Rahmi Nurdiani, Ph.D., Ketua International Relations Office (IRO) Prof. Defri Yona, serta dosen akuakultur Zulkisam Pramudia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai peluang kolaborasi yang dapat segera direalisasikan. Selain penandatanganan LoI, kedua institusi mendiskusikan pengembangan joint research, publikasi ilmiah bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, penyelenggaraan kuliah tamu internasional, hingga program pembimbingan bersama bagi mahasiswa pascasarjana.
Meskipun berada di bawah Faculty of Science and Technology, Universiti Malaysia Sabah memiliki sejumlah bidang keilmuan yang sejalan dengan FPIK UB, di antaranya marine science dan aquaculture. Kesamaan fokus akademik tersebut menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang saling melengkapi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berbasis sumber daya perairan.
Dekan FPIK UB, Prof. Dr.Sc. Asep Awaludin Prihanto, menyampaikan bahwa penguatan kerja sama internasional merupakan bagian dari strategi fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, serta daya saing lulusan di tingkat global.
"Kolaborasi internasional tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat dalam riset bersama, pertukaran pengetahuan, dan publikasi bereputasi internasional. Kami berharap kemitraan ini dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu perikanan dan kelautan," ujarnya.
Sementara itu, Dekan FST UMS, Prof. Dr. Rodeano Roslee, menilai bahwa FPIK UB merupakan mitra strategis yang memiliki kapasitas akademik kuat dan potensi besar untuk mengembangkan kolaborasi jangka panjang. Menurutnya, sinergi antara kedua institusi dapat menghasilkan berbagai inovasi pada bidang bioteknologi, akuakultur, serta ilmu kelautan yang memberikan dampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa FPIK UB diharapkan memperoleh akses yang lebih luas terhadap pengalaman akademik internasional, mulai dari kegiatan pertukaran pelajar, penelitian kolaboratif, hingga interaksi langsung dengan akademisi dari luar negeri. Kesempatan tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi global sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di dunia kerja maupun dunia riset.
Kolaborasi antara FPIK UB dan Universiti Malaysia Sabah juga mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas pembelajaran internasional, SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan riset kelautan dan akuakultur berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengembangan jejaring kerja sama antarperguruan tinggi lintas negara.
Penandatanganan Letter of Intent ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi sekaligus memperkuat posisi FPIK UB sebagai fakultas perikanan dan kelautan yang aktif membangun jejaring akademik di tingkat internasional.
Editor : Redaksi