Potensi Wisata Sudah Ada, PKM BAHARI FPIK UB Bantu Desa Gampingan Masuk Ruang Digital 

Advertorial

KELOMPOK 34 Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Bakti Akademisi untuk Negeri (BAHARI) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melaksanakan rangkaian program pemberdayaan di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, pada 13 Juli–12 Agustus 2026. Kegiatan diarahkan pada penguatan potensi wisata, perikanan, literasi digital, serta kapasitas masyarakat berdasarkan kebutuhan desa. 

Program yang dilaksanakan meliputi sosialisasi pembuatan dimsum ikan lele, sosialisasi budidaya maggot sebagai pakan alternatif, Digital Class bagi siswa SD dan SMP, pembuatan Peta Desa Gampingan, serta digitalisasi profil desa dan potensi wisata. Salah satu program utama yang dikembangkan adalah penguatan branding wisata akuatik dan kuliner perikanan berbasis Waduk Karangkates melalui QR Katalog Digital. Fokus tersebut selaras dengan rancangan PKM BAHARI yang menempatkan wisata akuatik, kuliner perikanan, pemasaran ikan, dan digitalisasi informasi sebagai bagian penting penguatan potensi desa. 

Desa Gampingan memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Waduk Karangkates. Salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata adalah Mahoni Dempok, yang menawarkan perpaduan lanskap waduk, pepohonan mahoni, wisata perahu, aktivitas perikanan, serta kuliner berbasis ikan. Potensi tersebut telah berkembang di masyarakat, namun informasi mengenai destinasi, kuliner, dan aktivitas ekonomi lokal masih belum tersaji secara terpadu. 

Dosen Pembimbing Lapang PKM BAHARI, Gilang Rusrita Aida, S.Pi., M.Si., mengatakan bahwa penguatan digitalisasi menjadi penting karena potensi wisata Desa Gampingan sebenarnya sudah tersedia dan telah berjalan. 

“Desa Gampingan ini sebenarnya sudah memiliki potensi wisata yang cukup kuat dan aktivitasnya juga sudah berjalan. Yang masih perlu diperkuat adalah sisi digitalisasinya, agar informasi mengenai potensi desa dapat lebih mudah diakses dan dikenal oleh masyarakat yang lebih luas,” ujar Gilang. 

Ia menambahkan, kegiatan PKM BAHARI juga menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk berhadapan langsung dengan persoalan riil di masyarakat. “Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga belajar melihat persoalan yang nyata, berkomunikasi dengan masyarakat, lalu mencoba menawarkan solusi yang relevan dan dapat diterapkan,” tambahnya. 

Kepala Desa Gampingan, Hj. Ila Husna, S.H., menyampaikan bahwa pengembangan wisata memang menjadi salah satu prioritas desa. “Pengembangan wisata menjadi salah satu prioritas kami untuk mengangkat potensi Desa Gampingan. Potensinya sudah ada, sehingga yang diperlukan sekarang adalah bagaimana memperkuat pengelolaan dan promosinya agar semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya. 

Bank jatim dalam

Upaya digitalisasi dilakukan melalui pendataan profil desa, potensi wisata, kuliner, lokasi, dan kontak pengelola yang kemudian dikemas dalam QR Katalog Digital. Pembuatan Peta Desa Gampingan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat informasi spasial dan memudahkan masyarakat maupun pengunjung mengenali lokasi serta potensi desa. 

Rangkaian kegiatan tersebut juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDGs 4 Pendidikan Berkualitas melalui Digital Class dan pembelajaran lapang mahasiswa, SDGs 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan wisata dan produk perikanan, serta SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi FPIK UB, pemerintah desa, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. 

Melalui PKM BAHARI, penguatan potensi Desa Gampingan tidak hanya diarahkan pada promosi wisata, tetapi juga pada pengembangan nilai tambah produk perikanan, peningkatan literasi digital, penyediaan informasi spasial desa, dan penguatan kapasitas masyarakat. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal agar potensi yang telah dimiliki Desa Gampingan semakin dikenal dan dikembangkan secara berkelanjutan. 

 

 

 
 

Editor : Redaksi

Advertorial
Berita Terbaru