JEMBER (Realita) – Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Jember yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya. Penegasan itu disampaikannya saat meninjau pembangunan Gedung Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).
Gus Fawait mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat miskin ekstrem, khususnya keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2. Menurutnya, program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut menjadi langkah konkret memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Baca juga: Sekolah Rakyat Jember Siap Beroperasi, Registrasi Dimulai 13 Juli 2026
"Ini bukti nyata, bukan omong-omong. Bagaimana keberpihakan negara dan Presiden kepada pengentasan kemiskinan lewat jalur pendidikan," ujar Gus Fawait.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Jember siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut. Seluruh organisasi perangkat daerah, mulai Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga pemerintah kecamatan dan desa, diminta bersinergi agar Sekolah Rakyat di Jember menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
Pembangunan gedung ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026. Lokasinya yang berada di kawasan Jember Sport Garden (JSG) diharapkan tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga memunculkan kawasan ekonomi baru di Kecamatan Ajung.
"Insyaallah akhir Juli selesai. Kawasan ini nanti menjadi pusat keramaian baru karena ada Sekolah Rakyat, JSG, dan pengembangan lainnya yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," katanya.
Gus Fawait mengaku telah menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan perangkat daerah untuk memastikan tidak ada lagi anak Jember yang kehilangan hak pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga. Ia bahkan menegaskan akan mengevaluasi camat maupun lurah apabila masih ditemukan anak putus sekolah karena alasan biaya.
Menurutnya, Sekolah Rakyat telah disiapkan sebagai solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program tersebut menyediakan fasilitas pendidikan secara gratis dengan standar yang dinilai sangat baik.
"Saya sudah perintahkan camat dan lurah memastikan tidak ada anak yang tidak sekolah karena biaya. Kalau masih ada, yang pertama saya salahkan adalah camat dan lurahnya," tegasnya.
Sekolah Rakyat Jember akan membuka jenjang SD, SMP, hingga SMA. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung pemerintah, mulai dari asrama, makan tiga kali sehari, dua kali makanan ringan, seragam, hingga satu laptop untuk setiap peserta didik.
Tak hanya itu, perhatian pemerintah juga menyasar keluarga siswa. Orang tua yang memiliki rumah tidak layak huni akan mendapat bantuan perbaikan tempat tinggal sebagai bagian dari program pengentasan kemiskinan.
Gus Fawait mengaku terkesan dengan konsep Sekolah Rakyat yang dinilainya memiliki fasilitas setara sekolah berasrama unggulan. Menurutnya, sekolah dengan fasilitas terbaik justru diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.
"Sekolah terbaik dengan fasilitas paling bagus di Jember diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas keberpihakan yang benar-benar dirasakan masyarakat," pungkasnya.rdy
Editor : Redaksi