JEMBER (Realita) - Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan strategi jangka panjang dalam mengentaskan kemiskinan.
Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (2/7/2026).
Konferensi yang mempertemukan kepala daerah, akademisi, praktisi pendidikan, serta pemerintah pusat itu menjadi ruang bertukar gagasan mengenai penguatan sistem pendidikan nasional yang lebih inklusif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era digital. Dalam kegiatan tersebut, Gus Fawait hadir untuk menyerap berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di Kabupaten Jember.
Selain dihadiri para pemangku kepentingan di bidang pendidikan, forum tersebut juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri. Menurut Gus Fawait, berbagai pembahasan dalam konferensi menjadi bekal penting untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Jember.
"Banyak gagasan yang kami bawa pulang dari forum ini sebagai semangat untuk terus memajukan dan mendorong pendidikan di Kabupaten Jember agar semakin baik dan mampu menjawab tantangan zaman," kata Gus Fawait.
Dalam agenda Dialog Berpihak kepada Anak, Bupati Jember dipercaya menjadi salah satu pembicara utama. Ia memaparkan materi bertajuk Pendidikan di Era Disrupsi Digital: Transformasi Pembelajaran, Teknologi, dan Ekonomi Kreatif Masa Depan yang menitikberatkan pada pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi harus direspons melalui pembaruan sistem pembelajaran dan kurikulum agar mampu melahirkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kewirausahaan.
Gus Fawait menilai integrasi antara pendidikan, teknologi, dan ekonomi kreatif menjadi langkah strategis agar generasi muda mampu menciptakan peluang kerja baru, bukan sekadar menjadi pencari kerja di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat.
"Kurikulum pendidikan harus mampu mencetak talenta-talenta inovatif yang siap membuka lapangan kerja baru berbasis ekonomi kreatif sehingga anak-anak kita tidak hanya menjadi penonton di era digital, tetapi menjadi pelaku utama," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember akan terus menghadirkan berbagai terobosan di sektor pendidikan sebagai investasi pembangunan jangka panjang. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan akan berdampak besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat pada masa mendatang.
Atas kontribusi pemikirannya dalam forum nasional tersebut, Gus Fawait menerima sertifikat penghargaan dari Lingkar Daerah Belajar pada akhir kegiatan.
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi aktifnya dalam mendorong penguatan pendidikan serta pengembangan potensi anak bangsa melalui kolaborasi lintas sektor.
"Kami akan terus melakukan terobosan-terobosan di sektor pendidikan karena kami yakin pendidikan merupakan solusi jangka panjang untuk pengentasan kemiskinan.
Mungkin dampaknya tidak langsung terasa dalam jangka pendek, tetapi pendidikan adalah instrumen untuk mengangkat derajat hidup masyarakat dan memperkuat perekonomian di masa depan," pungkas Gus Fawait.rdy
Editor : Redaksi