JEMBER (Realita)- Kementerian Sosial (Kemensos) RI memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi Jember menjadi salah satu sekolah yang paling siap beroperasi secara nasional.
Hal itu ditandai dengan masuknya Jember dalam kategori tier pertama, yakni daerah yang dinilai telah memenuhi kesiapan untuk memulai kegiatan belajar mengajar.
Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos RI, Mokhamad Royani, mengatakan secara umum progres pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah mencapai sekitar 90 persen. Dari lima lokasi di Jawa Timur, Jember menjadi salah satu yang dinilai paling siap.
"Sekarang ini secara keseluruhan progresnya sudah 90 persen. Jember ini masuk kategori tier pertama, artinya yang paling siap untuk memulai masa pengenalan lingkungan sekolah," ujar Royani saat mendampingi peninjauan pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung, Kamis (9/7/2026).
Royani menjelaskan, tahapan awal operasional akan dimulai dengan registrasi peserta didik pada Senin, 13 Juli 2026. Setelah itu, siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai pembuka sebelum proses pembelajaran berlangsung secara penuh.
Menurutnya, sejak hari pertama registrasi, aktivitas pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember sudah mulai berjalan sehingga seluruh rangkaian pembelajaran dapat segera dimulai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Insyaallah nanti seizin Pak Bupati kami akan mulai melaksanakan registrasi pada hari Senin, 13 Juli, kemudian dilanjutkan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah. Mulai tanggal 13 sudah ada aktivitas yang mengawali proses belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jember," katanya.
Selain memastikan kesiapan sarana dan prasarana, Kemensos juga telah menyiapkan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Sementara proses rekrutmen guru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masih berlangsung.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Jember akan memberikan dukungan dengan menugaskan guru yang telah tersedia di lingkungan pemerintah daerah agar proses belajar mengajar tidak mengalami hambatan.
Baca juga: Investasi Rp2 Triliun Siap Masuk Jember, Gus Fawait Optimistis Masalah Sampah Tuntas pada 2028
"Untuk pembelajaran kami sudah menyiapkan guru dan tenaga kependidikan. Tadi Pak Bupati juga memerintahkan agar kekurangan guru selama proses rekrutmen dapat dibantu oleh guru-guru yang ada di Kabupaten Jember," ungkap Royani.
Royani menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi yang telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kemensos, Sekolah Rakyat di Kecamatan Ajung telah dinyatakan siap digunakan untuk memulai kegiatan belajar mengajar. Sementara di sejumlah daerah lain, progres pembangunan rata-rata juga telah mencapai 90 persen, meski masih terdapat beberapa pekerjaan penyelesaian atau finishing yang bersifat minor.
"Kemarin kami sudah menyampaikan kepada Pak Sekretaris Jenderal Kemensos bahwa Kabupaten Jember masuk tier pertama. Artinya mulai tanggal 13 sudah bisa dilakukan proses belajar mengajar yang diawali registrasi dan masa pengenalan lingkungan sekolah. Kalau daerah lain rata-rata juga sudah 90 persen, hanya masih ada beberapa finishing minor yang perlu diselesaikan," pungkasnya.rdy
Editor : Redaksi