JAKARTA- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Arief Hidayat berbagi pengalaman menarik saat menghadiri Kongres Mahkamah Konstitusi Sedunia di Madrid, Spanyol.
Dalam forum itu ia berdiskusi dengan akademisi dari berbagai negara, termasuk Skandinavia.
Baca juga: Jateng Darurat OTT Perlu Deteksi Dini dan Akuntabilitas Sosial
Cuplikan ceritanya muncul dalam diskusi Sociocorner, di mana ia menyoroti ironi negara-negara dengan mayoritas masyarakat tidak beragama atau ateis justru mampu menjaga pemerintahan bersih dan berintegritas tinggi. Ia pun mempertanyakan mengapa negara minim religiusitas itu minim KKN, pelanggaran hukum dan penyalahgunaan kekuasaan.
Jawaban peserta Skandinavia membekas baginya. Mereka tidak percaya surga dan neraka, sehingga urusan dunia harus diselesaikan sebaik-baiknya selama hidup. Prinsip itu membuat mereka menata kehidupan dunia secara bertanggung jawab.
Baca juga: Kuasa Hukum Rochim: Tidak Ada Saksi yang Sebut Klien Kami Menentukan Nominal CSR TPA Winongo
Refleksi itu memukul Arief ketika membandingkan dengan Indonesia yang religius dengan mayoritas Muslim namun masih bergulat dengan korupsi dan tata kelola. Baginya kisah ini bukan soal agama versus korupsi, melainkan pentingnya membangun etika dan integritas berbangsa.ma
Editor : Redaksi