Perdana Digelar, Three Warrior Championship Libatkan 84 Klub Basket Pelajar se-Jatim

realita.co

MADIUN (Realita) – Lapangan Basket Santo Yusuf, Kota Madiun, menjadi arena persaingan 84 klub basket pelajar dari berbagai wilayah Jawa Timur dalam ajang Three Warrior Championship (TWC) 3x3. Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar ini berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) hingga Minggu (16/8/2026). Sekaligus menjadi ajang bagi para pelajar untuk mengasah kemampuan sekaligus mempertemukan klub-klub basket dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ketua Panitia TWC, Yustina, mengatakan mayoritas peserta berasal dari luar Kota Madiun. Dari total 84 klub yang berpartisipasi, sekitar separuh di antaranya merupakan klub dari luar daerah. Sementara peserta asal Kota Madiun mencapai sekitar 24 hingga 25 klub.

Baca juga: PERBASI Jatim Kecam dan Ancam Beri Sanksi Pencabutan Lisensi Pelatih Basket SMAK St Louis 1 Surabaya

“Ini memang untuk basket pelajar, khususnya format three on three. Pesertanya dari se-Jawa Timur,” ujar Yustina, Sabtu (15/8/2026).

Menurutnya, selain menjadi ajang kompetisi, TWC juga menyediakan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta. Panitia menyiapkan uang pembinaan, trofi, serta sertifikat dari Perbasi Jawa Timur. 

"Total hadiah yang diperebutkan dalam kejuaraan tersebut mencapai sekitar Rp20 juta. Kami mandiri serta mencari sponsor sendiri. Ini berawal dari anak-anak kami yang suka basket di SMPN 3 Madiun, kemudian orang tua ingin membuat event seperti ini,” jelas Yustina.

Lebih jauh, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, kehadiran puluhan klub dari berbagai daerah juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian Kota Madiun. 

Peserta dan pendamping yang datang dari luar daerah turut berpotensi menggerakkan sektor perhotelan, parkir, hingga pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan.

Yustina juga berharap TWC dapat berkembang menjadi agenda tahunan dan menjadi salah satu wadah pembinaan atlet basket usia pelajar di Kota Madiun.

Baca juga: Pelatih Basket SMAK St. Louis 1 Surabaya Diduga Lakukan Kekerasan terhadap Siswa

“Harapannya setiap tahun diadakan dan tumbuh bibit-bibit baru. Supaya basket di Kota Madiun hidup lagi,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama, Ketua Pelaksana TWC, Queenisa Alya Crisandy, mengakui penyelenggaraan event perdana tersebut masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya berkaitan dengan pengalaman panitia yang mayoritas masih berstatus pelajar.

“Kendalanya lebih ke pengalaman. Kami masih anak-anak yang perlu bimbingan. Kadang perhitungan event masih kurang rapi dan persiapan belum bisa memikirkan semuanya secara detail,” terang Queenisa.

Bagi kami pengalaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga menjadi ruang belajar dalam hal organisasi, kerja sama tim, serta manajemen penyelenggaraan sebuah kompetisi.

Queenisa berharap pengalaman yang diperoleh dari pelaksanaan TWC perdana dapat menjadi bekal bagi para pelajar untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar pada masa mendatang.

“Harapan kami atlet-atlet Kota Madiun bisa lebih berkembang. Anak-anak SMPN 3 juga mendapat pengalaman dan motivasi untuk belajar mengembangkan event-event berikutnya,” tandaas Queenisa.

Menariknya, pelaksanaan TWC dilakukan secara mandiri oleh orang tua siswa yang aktif mengikuti ekstrakurikuler basket di SMPN 3 Madiun. Panitia tidak mendapatkan pendanaan dari pemerintah dan mengandalkan dukungan sponsor, penjualan tiket, serta partisipasi internal untuk membiayai kegiatan. Yw

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru