JEMBER (Realita) - Job Fair yang digelar di Gedung Serbaguna Kabupaten Jember, Kamis, 27 Agustus 2026 membuka 2.873 lowongan pekerjaan dengan melibatkan 55 perusahaan.
Namun, jumlah pencari kerja yang mengikuti kegiatan tersebut lebih banyak, yakni mencapai sekitar 4.800 orang.
Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan antara jumlah tenaga kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia.
Baca juga: KPK Diminta Sidik Job Fair Bekasi 2025 di Kabupaten Bekasi
Selain persoalan jumlah, kesesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan juga menjadi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Hadi Mulyono, mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Jember berdasarkan rilis BPS terbaru tercatat 3,06 persen.
Angka tersebut turun dibanding tahun sebelumnya dan masih lebih rendah dibanding tingkat pengangguran terbuka Jawa Timur maupun nasional.
“Tingkat pengangguran terbuka kita 3,06 dan itu angka yang turun dibanding tahun sebelumnya dan lebih rendah dari tingkat provinsi Jawa Timur maupun tingkat nasional,” kata Hadi.
Meski persentasenya menurun, jumlah pengangguran di Jember masih cukup besar karena jumlah penduduknya juga tinggi. Hadi menyebut terdapat sekitar 1,5 juta orang yang masuk angkatan kerja dari total penduduk usia kerja yang mencapai lebih dari dua juta orang.
Persoalan lainnya adalah banyak tenaga kerja yang bekerja tidak sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
Setiap tahun, Jember menghasilkan sekitar 13 ribu hingga 14 ribu lulusan SMK, belum termasuk lulusan dari 23 perguruan tinggi negeri maupun swasta.
“Banyak pekerja yang tidak sesuai dengan kompetensinya. Informasinya yang kurang didapat sehingga orang asal bekerja, padahal dia punya kompetensi di bidangnya,” ujar Hadi.
Dalam Job Fair kali ini, pencari kerja dapat melihat langsung kebutuhan tenaga kerja dari berbagai perusahaan. Pendaftaran juga dilakukan secara daring melalui tautan dan kode batang yang disediakan masing-masing perusahaan.
Namun, Hadi menegaskan jumlah peserta Job Fair tidak serta-merta menunjukkan jumlah orang yang akan diterima bekerja. Data peserta nantinya perlu ditelusuri kembali untuk mengetahui berapa orang yang benar-benar mendapatkan pekerjaan setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Hari ini bukan dinyatakan siapa yang lulus atau belum. Tapi kita punya rekap itu, sehingga nanti kita bisa konfirmasi perorangan ini diterima atau tidak di sini,” jelas Hadi.
Hadi mengatakan Job Fair juga tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di Jember. Pencari kerja dapat mengakses peluang dari perusahaan di luar daerah, bahkan hingga tingkat nasional dan luar negeri.
Selain Job Fair, Dinas Tenaga Kerja Jember mendorong pencari kerja memanfaatkan informasi lowongan melalui media sosial dan mengikuti program peningkatan kompetensi. Di antaranya program Magang Nasional Kementerian Ketenagakerjaan serta program SMK Go Global.
“Yang lebih penting, para pencari kerja mendapatkan informasi lowongan kerja di tempat-tempat perusahaan. Kalau tidak ada ini, mereka dapat dari mana informasinya?” pungkas Hadi.rd
Editor : Redaksi