SIDOARJO (Realita)- Kasus dugaan keracunan massal setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, kembali menjadi perhatian.
Pemeriksaan sejumlah sampel makanan dilaporkan menemukan bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli pada sampel tertentu. Dugaan kontaminasi silang turut menjadi sorotan, termasuk kemungkinan terjadi saat penyajian, pengemasan, maupun distribusi.
Baca juga: Usai Makan MBG, Belasan Siswa di Medan Dilarikan Ke Rumah Sakit Karena Muntah-Muntah
Selain itu, waktu antara makanan selesai dimasak dan dikonsumsi juga menjadi perhatian. Makanan disebut telah matang sekitar pukul 05.00 WIB, sementara distribusi baru dilakukan setelah pukul 11.00 WIB dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.
Baca juga: Puluhan Siswa di Mojokerto Tumbang usai Santap MBG
Kasus ini menjadi pengingat bahwa program MBG tidak cukup hanya memastikan makanan bergizi. Kebersihan, suhu, waktu penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi harus sama-sama diperketat.
Semoga seluruh korban mendapat penanganan terbaik dan evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.bay
Baca juga: 1.653 Sekolah Terbebas dari MBG, Kok Bisa?
Editor : Redaksi