Kasus Ratusan Santri Keracunan MBG di Sidoarjo, Hasil Laboratorium: Makanan Mengandung Banyak Bakteri

realita.co
Ilustrasi keracunan MBG. Foto: AI

SIDOARJO (Realita)- Kasus dugaan keracunan massal setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, kembali menjadi perhatian.

Pemeriksaan sejumlah sampel makanan dilaporkan menemukan bakteri Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli pada sampel tertentu. Dugaan kontaminasi silang turut menjadi sorotan, termasuk kemungkinan terjadi saat penyajian, pengemasan, maupun distribusi.

Baca juga: 1.653 Sekolah Terbebas dari MBG, Kok Bisa?

Selain itu, waktu antara makanan selesai dimasak dan dikonsumsi juga menjadi perhatian. Makanan disebut telah matang sekitar pukul 05.00 WIB, sementara distribusi baru dilakukan setelah pukul 11.00 WIB dan dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Soal Penanganan Ratusan Santri yang Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Ngaku Kecewa

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program MBG tidak cukup hanya memastikan makanan bergizi. Kebersihan, suhu, waktu penyimpanan, pengemasan, hingga distribusi harus sama-sama diperketat.

Semoga seluruh korban mendapat penanganan terbaik dan evaluasi menyeluruh segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.bay

Baca juga: Ratusan Santri Keracunan MBG, Bupati Sidoarjo Minta Pemerintah Pusat Beri Kewenangan

 

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru