PANDEGLANG (Realita)- Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) turun membantu pencarian 8 orang yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda.
Upaya dilakukan dengan menelusuri jejak sinyal dan memantau jaringan BTS operator seluler.
Baca juga: Hari Ke-5 Pencairan 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim Sisir 2.537 NM² Laut & 2.063 NM² Udara
Wamenkomdigi Nezar Patria turun langsung meninjau Posko SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Sabtu (12/9/2026) yang merupakan hari kelima pencarian.
Nezar menyebut Kemkomdigi sudah berkoordinasi dengan 3 operator seluler untuk mendeteksi jaringan Base Transceiver Station (BTS) di seputaran Selat Sunda, baik dari sisi Banten maupun Lampung.
“Komdigi sendiri sudah berkoordinasi dengan operator seluler, tiga operator seluler itu sudah mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda,” ujar Nezar.
Selain BTS, Kemkomdigi juga mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Banten dan Lampung untuk mengecek jika ada sinyal komunikasi yang tertangkap dari wilayah pencarian.
“Melalui balai monitoring frekuensi yang ada di Banten dan Lampung, kita terus melakukan pengecekan kalau ada sinyal-sinyal yang tertangkap,” katanya.
Informasi dari operator seluler soal aktivitas jaringan sudah diteruskan ke tim SAR untuk jadi bahan penentuan lokasi terakhir.
Baca juga: Motor Ditemukan di Dekat Jembatan, Pemiliknya Hilang Misterius
Data yang diterima menunjukkan kontak terakhir pada 7 September 2026 berada di Pulau Sebesi yang merupakan gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.
“Dari operator seluler kita sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR dan sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi,” ujar Nezar.
Rombongan yang hilang terdiri dari 5 jurnalis, 2 ABK, dan 1 pemandu yang sedang menjalankan tugas jurnalistik memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Pada hari kelima ini, berdasarkan pembaruan dari Tim SAR Banten yang didampingi TNI AL dan Polairud, sebanyak 14 kapal serta satu helikopter dikerahkan menyisir sejumlah titik yang diduga jadi lokasi korban.
Baca juga: Seruan MenPPPA untuk Hentikan Kekerasan pada Anak, Awasi Mereka di Ruang Publik
Nezar menegaskan Kemkomdigi akan terus mendukung pencarian lewat infrastruktur dan pemantauan spektrum frekuensi.
“Kita terus memantau, terus mencari dan sama-sama kita berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan warga kita,” tuturnya.
Kemkomdigi juga memantau hoaks di ruang digital dan mengimbau masyarakat merujuk informasi resmi dari tim SAR.(Fauzi)
Editor : Redaksi