SURABAYA (Realita) - Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, Max Darmawan, menegaskan bahwa tidak ada perubahan arah kebijakan fiskal daerah terkait dengan pelantikan Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang menggantikan Purbaya.
"Fokus utamanya adalah melanjutkan program berjalan demi menjaga postur APBN tetap sehat dan kredibel," kata Max di acara Media Briefing Triwulan III Tahun 2026 di Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Baca juga: Sinergi Kebijakan Fiskal Pusat dan Daerah Tingkatkan Perekonomian Jatim
Max lalu menyampaikan kinerja keuangan & pendapatan negara di Jatim. Kemenkeu Jatim mencatat pendapatan negara di Jawa Timur hingga 31 Agustus 2026 tembus Rp167,52 triliun (59,88�ri target tahunan sebesar Rp279,75 triliun). Angka tersebut tumbuh sebesar 8,89% secara year-on-year (yoy).
Disebutkan, penerimaan pajak sebesar Rp71,19 triliun. Kepabeanan dan cukai Rp90,25 triliun. Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp6,09 triliun.
Kemudian realisasi belanja negara di Jatim telah mencapai Rp85,41 triliun. Salah satu alokasi strategisnya mencakup dukungan APBN untuk ketahanan pangan Jatim sebesar Rp880,25 miliar.
Di acara yang sama, Plt. Kepala OJK Provinsi Jawa Timur, Horas V. M. Tarihoran, mengatakan, sektor jasa keuangan di Jatim tetap tumbuh positif hingga Juli 2026.
Baca juga: Implementasi Kebijakan Fiskal Regional Jawa Timur
Hingga Triwulan II/2026, performa ekonomi Jawa Timur tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Jawa. Sementara itu, tingkat inflasi Jatim per Agustus 2026 berada di angka 3,32% (yoy), terkendali dalam rentang sasaran target target nasional.
Disampaikan pula, penindakan rokok ilegal mengalami kenaikan 33�ngan total barang bukti yang diamankan mencapai 284 juta batang (mayoritas jenis Sigaret Kretek Mesin). Modus pelanggaran paling dominan (mencapai 97,81%) adalah peredaran rokok polos alias tanpa dilekati pita cukai resmi.
Sementara itu, di acara dengan tema “Memperkuat Resiliensi dan Stabilitas melalui Sinergi Kebijakan dan Intermediasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kepercayaan Masyarakat Jawa Timur” ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menekankan kesiapan penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 mendatang.
Baca juga: Di Masa PPKM, Ekonomi Jawa Timur Tetap Tumbuh
Ibrahim mengatakan, FESyar Jawa 2026 akan digelar pada 25–27 September 2026 di Grand City Convention and Exhibition Surabaya dengan mengusung tema akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah regional melalui sinergi serta transformasi digital. Disebutkan, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia.gan
Teks Foto:
Editor : Redaksi