Gigi Bersih Belum Tentu Putih, Warna Alami dan Noda Jadi Faktor

Reporter : Redaksi

JAKARTA (Realita)– Menyikat gigi secara rutin tidak selalu membuat warna gigi menjadi lebih putih. Gigi yang telah dibersihkan tetap dapat terlihat kekuningan karena warna alami gigi maupun noda yang menempel pada permukaan.

Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut kopi dan teh sebagai salah satu jenis minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Namun, perubahan tampilan warna gigi tidak semata-mata disebabkan oleh noda makanan dan minuman.

Baca juga: Rawat Gigi Bisa Mahal, Dokter TikTok 'Malaikat Pencabut Gigi' Bagikan Tips Pencegahannya

Secara alami, enamel atau lapisan terluar gigi bersifat agak transparan. Kondisi tersebut membuat warna dentin yang berada di bawah enamel ikut terlihat. Dentin sendiri memiliki warna yang cenderung kekuningan.

Interaksi antara enamel, dentin dan cahaya juga memengaruhi warna gigi yang terlihat oleh mata. Karena itu, gigi yang bersih tidak selalu tampak putih.

Ada sejumlah pendekatan yang dapat digunakan untuk mengubah tampilan warna gigi. Pengangkatan noda dilakukan dengan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi. Sementara bleaching menggunakan bahan tertentu, seperti hidrogen peroksida atau karbamid peroksida, untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna.

Pendekatan lainnya adalah pemutihan optik atau optical whitening. Cara ini tidak mengubah warna gigi melalui reaksi kimia, tetapi memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk mengurangi kesan kekuningan secara visual.

Sejumlah penelitian mengenai bahan koreksi warna menunjukkan bahwa material tertentu yang menempel pada permukaan gigi dapat memengaruhi sifat optiknya. Perubahan tersebut membuat interaksi permukaan gigi dengan cahaya berbeda sehingga gigi dapat terlihat lebih putih.

Selain koreksi warna, perawatan noda permukaan juga dapat memanfaatkan enzim. Salah satunya papain, enzim proteolitik yang membantu memecah protein.

Baca juga: Bolehkah Sikat Gigi saat Sedang Berpuasa?

Papain disebut dapat membantu menguraikan komponen protein pada lapisan tipis yang terbentuk secara alami di permukaan gigi. Lapisan tersebut dapat menjadi tempat melekatnya pigmen dari makanan dan minuman sehingga noda lebih mudah dibersihkan.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists juga meneliti penggunaan papain dan bromelain dalam formulasi pasta gigi untuk membantu mengangkat noda permukaan. Namun, efektivitas produk tetap bergantung pada keseluruhan formulasi dan cara penggunaannya.

Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, mengatakan kebutuhan konsumen terhadap perawatan gigi kini tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga tampilan.

“Kebutuhan konsumen terhadap pasta gigi semakin beragam, termasuk untuk merawat noda dan menjaga tampilan gigi. Melalui usmile Optical White, kami memadukan papain dengan teknologi koreksi warna optik untuk menjawab kedua kebutuhan tersebut,” ujar Michelle, Rabu (7/10/2026). 

Baca juga: Penyebab Gigi Berlubang, dari Gula hingga Gaya Hidup

Menurut dia, pendekatan tersebut diarahkan untuk menjadi bagian dari rutinitas perawatan gigi sehari-hari.

Meski demikian, upaya membuat gigi tampak lebih putih tetap perlu dibarengi dengan pemeliharaan kesehatan mulut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan hampir 3,7 miliar orang mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut, menurut WHO, dapat dicegah dan ditangani sejak dini.

Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida, membersihkan sela-sela gigi, serta melakukan pemeriksaan secara berkala tetap menjadi langkah dasar dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Produk pasta gigi dengan teknologi koreksi warna maupun bahan untuk membantu membersihkan noda permukaan kini menjadi salah satu pilihan perawatan untuk menunjang tampilan gigi.yudhi

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru