JAKARTA (Realita)- Sebanyak 20.980 personel TNI Angkatan Laut dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di wilayah DKI Jakarta.
Pengerahan besar-besaran ini dilakukan dalam empat tahap, mulai 2 November 2026, dengan melibatkan satuan dari Jakarta maupun luar daerah.
Baca juga: Makar, Otak Penyadapan Presiden Prabowo Terungkap? Mensesneg Prasetyo Hadi Bilang Tunggu Waktunya!
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut pengerahan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan TNI dalam menjalankan tugas negara dan menjaga keutuhan NKRI.
"Ini merupakan kesiapsiagaan TNI dalam menjalankan tugas negara dan menjaga keutuhan NKRI," ungkapnya.
Baca juga: Irwasum Polri Sebut Kasus Penyadapan yang Menyeret Listyo Sigit Bukan Kebijakan Institusi
Pengerahan ribuan prajurit matra laut ini menjadi sorotan publik. Pasalnya, pengerahan dilakukan di tengah perkembangan kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret sejumlah jenderal Polri.
Namun, hingga kini TNI belum menyatakan adanya hubungan langsung antara pengerahan pasukan tersebut dengan perkara dugaan penyadapan.
Baca juga: Teknologi LIMS yang Dipakai Listyo Sigit Menyadap Presiden, Tak Bisa Bobol Whatsapp
TNI menegaskan, pengerahan dilakukan semata-mata sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menjaga stabilitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Menjaga stabilitas nasional dan keutuhan NKRI," jelasnya.(a1)
Editor : Redaksi