Makar, Otak Penyadapan Presiden Prabowo Terungkap? Mensesneg Prasetyo Hadi Bilang Tunggu Waktunya!

JAKARTA (Realita)- Siapa sebenarnya otak di balik dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto?

Pertanyaan itu hingga kini belum bisa dijawab pemerintah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan, dalang penyadapan masih menjadi misteri dan sepenuhnya diserahkan ke penyidik Polri.

Prasetyo yang juga Juru Bicara Presiden itu mengaku pemerintah belum mengetahui motif di balik aksi penyadapan yang melibatkan tiga perwira tinggi Polri tersebut. Padahal, sasarannya bukan orang sembarangan.

"Ini kan Kepala Negara, kemudian di situ juga ada para menteri, kemudian dilaporkan juga ada pimpinan partai, termasuk tokoh-tokoh ormas. Ini tentunya dari niatan kan sudah membuat kita juga bertanya-tanya, ini tujuannya untuk apa," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Ia juga mengaku belum mengetahui isi percakapan yang diduga disadap. Pemerintah masih menunggu hasil penyidikan kepolisian untuk memperoleh gambaran utuh.

"Nanti kalau sudah lengkap, aku sampaikan lagi," ujarnya.

Saat ditanya siapa pihak yang diduga menjadi otak penyadapan dan siapa yang menerima hasil sadapan, Prasetyo memilih irit bicara.

"Secara detail belum, ya, karena itu kan masih proses yang sekarang sedang dilakukan oleh teman-teman di kepolisian. Nanti pada waktunya pasti akan disampaikan kepada teman-teman media dan kepada seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan tiga anggota Polri sebagai tersangka kasus dugaan penyadapan ilegal dan akses ilegal terhadap nomor telepon Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pejabat negara.

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin menyebut penetapan tersangka dilakukan setelah penyidikan dengan metode scientific investigation.

"Berdasarkan hasil sidik sesuai scientific investigation, penyidik telah menetapkan tiga orang tersangka, LSP, ASN, dan EH, sementara satu orang lagi dalam proses pemeriksaan dengan inisial SU," ujar Asep dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026) malam.(A1)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru