Berawal dari Gudang Kosong, Kisah Sukses Riyan Kembangkan Bisnis Sepeda Berkat KUR BRI

Reporter : M. Yusuf Al Ghoni
Brand Manager BRI Lamongan,Edy Hariyadi (kiri) ketika melakukan kunjungan ke salah satu Nasabah KUR di Paciran. Foto: Yusuf

LAMONGAN (Realita) – Dukungan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI turut mengantarkan usaha toko sepeda milik Muhammad Riyanto berkembang pesat. Berawal dari memanfaatkan gudang kosong, kini pria yang akrab disapa Riyan itu berhasil mengembangkan bisnisnya menjadi dua gerai dengan jangkauan pemasaran hingga luar Pulau Jawa.

Ide membuka usaha sepeda bermula ketika Riyan membantu ibunya menjaga toko bangunan. Saat itu, sejumlah pelanggan kerap menanyakan keberadaan toko sepeda di wilayah Paciran. Melihat peluang pasar tersebut, ia akhirnya memberanikan diri merintis usaha penjualan sepeda.

Baca juga: Persaingan Bisnis Kuliner Meningkat, UMKM Surabaya Perlu Perkuat Daya Saing

"Awalnya saya membantu ibu di toko bangunan. Banyak yang bertanya, tidak ada yang jual sepeda di sini? Dari situ saya melihat market-nya cukup bagus," kata Riyan saat ditemui di toko sepedanya, Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran, Lamongan, Sabtu (7/11/2026).

Dalam merintis usaha, Riyan awalnya mengandalkan pinjaman keluarga sebagai modal. Seiring perkembangan bisnis, ia kemudian memanfaatkan fasilitas KUR BRI dengan pinjaman awal Rp100 juta. Nilai pembiayaan tersebut selanjutnya meningkat hingga kisaran Rp400 juta-Rp500 juta.

Modal tersebut dimanfaatkan untuk menambah stok sepeda, memenuhi permintaan konsumen, serta menjaga kelancaran operasional toko. Menurutnya, ketersediaan barang menjadi salah satu faktor penting dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

"Kalau ada modal, kita bisa menambah stok. Jadi ketika ada permintaan pelanggan, barang bisa lebih siap. Kalau barang belum tersedia, biasanya pelanggan harus menunggu inden sekitar tiga hari sampai satu minggu," jelasnya.

Kini, pemasaran toko sepeda milik Riyan tidak lagi terbatas di wilayah Paciran dan sekitarnya. Pesanan bahkan datang dari berbagai daerah, mulai Bawean, Gresik, hingga Manado.

"Alhamdulillah sekarang pelanggan dari Bawean Gresik hingga Manado," ujarnya.

Pengiriman sepeda ke luar pulau tersebut telah berlangsung sekitar tiga tahun terakhir. Untuk menunjang distribusi, Riyan memanfaatkan transportasi laut melalui layanan ASDP Pelabuhan.

Baca juga: Jambore Mantri BRI 2026 Perkuat Kompetensi dan Solidaritas

Tak hanya penjualan sepeda, Riyan juga melihat peluang bisnis dari tren modifikasi. Menurutnya, sejumlah pelanggan rela mengeluarkan biaya modifikasi lebih besar dibandingkan harga sepeda yang dibeli.

"Beli baru itu langsung dimodif. Jadi harga sepedanya sekitar satu juta, modifikasinya habis dua juta. Banyak modifikasinya timbang harga sepedanya," tuturnya.

Melihat peluang tersebut, Riyan berencana mengembangkan layanan bengkel khusus modifikasi sepeda dengan menyediakan beragam pilihan suku cadang. Fasilitas tersebut nantinya akan dibuat terpisah dari toko utama.

Selain itu, ia juga menargetkan pembukaan cabang baru di Kecamatan Karanggeneng untuk memperluas jangkauan pasar.

"Rencana nanti buka cabang lagi toko di Kecamatan Karanggeneng," ungkapnya.

Baca juga: BRI Peduli Dukung Pembangunan Kanopi MDTW Infarul Ghoy, Kegiatan Belajar Diharapkan Lebih Nyaman

Sementara itu, Brand Manager BRI Lamongan, Edy Hariyadi, mengatakan dukungan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Melalui fasilitas KUR, BRI berupaya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha produktif agar mampu meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas pemasaran.

Menurut Edy, perkembangan usaha toko sepeda milik Riyan menjadi salah satu contoh pemanfaatan pembiayaan untuk mendukung pertumbuhan UMKM. Selain akses permodalan, BRI juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan layanan perbankan digital, termasuk QRIS, guna mempermudah transaksi pembayaran.

"Kami berharap fasilitas KUR BRI dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. BRI tidak hanya mendukung dari sisi akses permodalan, tetapi juga terus mendorong pemanfaatan layanan perbankan digital agar pelaku usaha semakin mudah menjalankan aktivitas bisnisnya," pungkas Edy.

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru