Terkait Penyadapan Presiden, Prof Gema Sebut Ada Dana Makar Rp25 T untuk Jatuhkan Prabowo

JAKARTA - Pendiri Astronacci International Group Profesor Gema melontarkan tudingan keras terkait kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Kamis (5/11/2026), Gema mengaitkan kasus penyadapan tersebut dengan dugaan upaya makar dan sabotase terhadap program pemerintah.

Ia bahkan menyebut ada dugaan aliran uang sebesar Rp25 triliun dari mafia koruptor untuk menghancurkan arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

"Penyadapan ini adalah makar bagian dari skandal uang muka 25 triliun yang dibayarkan oleh mafia koruptor dalam rangka menghancurkan grand design probonomics The Fishing Game yang pernah gua share tahun lalu," kata Gema.

Menurutnya, penyadapan dilakukan untuk mengetahui rencana proyek pemerintah sebelum dijalankan, sehingga pihak tertentu bisa menyiapkan upaya sabotase.

Gema menilai kondisi tersebut berpotensi memicu ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah, memperlebar polarisasi, hingga mendorong tuntutan agar Presiden Prabowo turun dari jabatannya.

Ia juga menuding sejumlah pihak, mulai dari artis, influencer, mahasiswa hingga akademisi, dibayar untuk menyebarkan narasi negatif terhadap pemerintah.

"Lalu alatnya apa? Mereka membayar oknum artis, influencer, mahasiswa, ekonom, akademisi, social media user," ujarnya.

Gema kemudian menyebut tiga kelompok yang menurutnya menjadi pihak yang berseberangan dengan pemerintah, yakni mafia dan koruptor, oligarki asing maupun lokal, serta elite global Barat.

Ia juga mengajak pendukung pemerintah untuk bersatu dan memboikot pihak-pihak yang dianggap menyebarkan narasi untuk menjatuhkan pemerintahan.

Dalam pernyataannya, Gema bahkan menggunakan diksi keras dengan menyebut perlunya membinasakan pihak yang dianggap sebagai pengkhianat jika tidak mau bersatu.

Ia juga memperingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam dugaan proyek makar yang ia sampaikan.

"Jangan tergabung di dalam proyek makar seperti ini karena kamu bisa berpeluang kena hukuman seumur hidup atau hukuman mati," kata Gema. 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru