PSI Sedih Lihat Jokowi

JAKARTA- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku miris dan sedih melihat Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menghadapi persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Direktur Tanggap Bencana Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Norman Lianto mengatakan, kehadiran pengurus dan kader partainya merupakan bentuk dukungan agar Jokowi tidak menghadapi persoalan tersebut seorang diri.

"Kami selaku kader PSI miris dan sedih melihat Bapak yang sudah berbakti untuk bangsa dan negara tapi diperlakukan seperti demikian. Hati kami tergerak untuk membersamai Bapak Jokowi," kata Norman.

Ia menyebut Jokowi merupakan patron bagi PSI. Sebelum mengikuti persidangan, para pengurus dan kader PSI juga menggelar doa bersama.

"Pengurus, kader, dan anggota PSI tergerak untuk datang membersamai Bapak Jokowi sebagai patron kami. Kami tidak akan membiarkan beliau berjalan sendirian. Begitu juga relawan-relawan," ujarnya.

Dalam persidangan, Jokowi menunjukkan seluruh ijazah pendidikannya, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga perguruan tinggi. Ia juga menjelaskan riwayat pendidikannya di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1980 hingga 1985.

Norman menilai kehadiran Jokowi dalam persidangan merupakan bentuk kepatuhan terhadap hukum sekaligus komitmennya untuk menunjukkan dokumen pendidikan kepada majelis hakim.

"Kehadiran Bapak Jokowi hari ini di PN Jaktim merupakan bentuk kepatuhan beliau terhadap hukum di Republik Indonesia. Sesuai komitmen Bapak sebelumnya, tadi Bapak tunjukkan seluruh ijazah kepada majelis hakim dan peserta sidang," katanya.man

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Jimly Sebut Listyo Sangat Anti Masukan

JAKARTA- Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyebut bahwa mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo begitu anti terhadap masukan …