Gus Iqdam Bantah Minta Dana Hibah dari Pemerintah

BLITAR- Pengasuh Majelis Ta’lim Sabilu Taubah, Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam, menegaskan pembangunan fasilitas di lingkungan majelisnya tidak menggunakan dana hibah pemerintah.

Penegasan ini disampaikan menyusul polemik rencana Pemerintah Kabupaten Blitar mengalokasikan hibah sekitar Rp2,3 miliar pada tahun anggaran 2027 untuk kawasan wisata religi di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat.

Melalui video yang diunggah akun TikTok @Masew..ST pada Minggu (1/11/2026), Gus Iqdam meminta masyarakat tidak mengaitkan bangunan dan fasilitas Sabilu Taubah yang sudah berdiri dengan rencana hibah tersebut.

Pembangunan majelis selama tujuh tahun terakhir murni bersumber dari bantuan sukarela jemaah dan lahan wakaf.

“Tujuh tahun majelis ini didirikan dengan tirakat dengan keistiqomahan dengan doa-doa para jamaah yang ikhlas yang lillahi taala,” ungkapnya.

Ia merasa keberatan atas tudingan publik yang menyeret sumber pendanaan pembangunan majelis karena dinilai menyakiti keluarga besar beserta jemaah yang berkorban.

“Ketika saya pribadi dihujat, dihina, dicaci, insyaallah saya akan terus berusaha untuk bersabar,” katanya.

Gus Iqdam juga menerangkan gagasan pembangunan wisata religi merupakan inisiatif sepihak pemerintah daerah yang belum mendapat restu dari lembaganya.

“Pemerintah itu ingin bangun wisata di sebelah sini dan itu juga belum kita fiks-kan, belum kita izini,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah memaparkan rencana proyek kawasan wisata religi Karanggayam yang memuat konsep masjid, replika Ka’bah, serta lintasan Sa’i untuk manasik haji.

Usulan anggaran hibah Rp2,3 miliar tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan Pemkab Blitar bersama Badan Anggaran DPRD Kabupaten Blitar dalam penyusunan Raperda APBD 2027.ha

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru