Persaingan Bisnis Kuliner Meningkat, UMKM Surabaya Perlu Perkuat Daya Saing

SURABAYA (Realita)— Bisnis kuliner, termasuk kedai kopi, terus menjadi salah satu sektor usaha yang berkembang di Surabaya. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dituntut tidak hanya mengandalkan kualitas produk, tetapi juga memperkuat pengelolaan bisnis, pelayanan, dan strategi pemasaran.

Kondisi tersebut turut mendorong perlunya dukungan berbagai pihak untuk membantu UMKM mempertahankan keberlangsungan usaha sekaligus memperluas pasar.

Salah satu upaya membangun hubungan dengan pelaku usaha lokal dilakukan melalui kunjungan tim BRI Branch Office (BO) Surabaya Diponegoro ke Homer Coffee di Jalan Opak, Surabaya. Kedai kopi tersebut merupakan salah satu usaha yang baru membuka kegiatan bisnisnya di Kota Pahlawan.

Dalam kunjungan itu, tim BRI bertemu dengan Dhana, salah satu pemilik Homer Coffee, untuk berdiskusi mengenai perkembangan usaha dan peluang pertumbuhan bisnis di sektor food and beverage (F&B).

Branch Manager BRI BO Surabaya Diponegoro, Eli Sanjoyo, mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, perkembangan usaha membutuhkan dukungan yang tidak terbatas pada akses pembiayaan.

Menurut dia, penguatan kapasitas usaha, pengelolaan keuangan, serta kemampuan membaca peluang pasar menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan agar mampu mengembangkan bisnis, meningkatkan daya saing, dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah," ujar Eli, Rabu (28/10/2026). 

Sektor F&B memiliki peluang pertumbuhan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat dan meningkatnya minat terhadap beragam produk kuliner. Meski demikian, peluang tersebut juga diikuti tantangan, mulai dari persaingan harga, konsistensi kualitas produk, hingga kemampuan mempertahankan pelanggan.

Advertorial

Bagi usaha yang baru beroperasi, pengelolaan arus kas dan penentuan strategi pemasaran juga menjadi faktor penting. Perencanaan yang tepat diperlukan agar pertumbuhan penjualan dapat berjalan seiring dengan kemampuan usaha memenuhi biaya operasional.

Di sisi lain, akses terhadap layanan keuangan dan pendampingan usaha dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi bisnis UMKM. Kebutuhan setiap pelaku usaha pun berbeda, bergantung pada skala bisnis, kondisi keuangan, serta tahap perkembangan usaha.

Eli mengatakan, kedekatan dengan pelaku UMKM diperlukan untuk memahami kebutuhan usaha di lapangan. Dengan demikian, dukungan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya memperkuat keberlangsungan bisnis, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Di tengah pertumbuhan bisnis kuliner Surabaya, kemampuan pelaku usaha beradaptasi dengan perubahan pasar akan menjadi salah satu faktor penentu untuk bertahan dan berkembang dalam jangka panjang.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru