SURABAYA (Realita) - Nilai ekspor Provinsi Jawa Timur pada Oktober 2021 kemarin mengalami penurunan dibandingkan September 2021. Turun sebesar 5,42 persen, atau mencapai USD 1,88 miliar.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan, menyampaikan itu pada wartawan melalui meeting zoom, dengan alasan mencegah kerumunan guna menghindari penyebaran Covid-19.
Baca juga: Ekspor Lamongan 2025 Tembus Angka 22 Triliun Rupiah, Didominasi Perikanan Hingga Baja
Akan tetapi, lanjut Dadang, dibandingkan Oktober 2020 nilai tersebut meningkat sebesar 18,46 persen. "Dibandingkan Oktober 2020, nilai ekspor Jawa Timur pada Oktober 2021 ini meningkat sebesar 18,46 persen," ujarnya, Senin (15/11/2021).
Dipaparkan, ekspor nonmigas Oktober 2021 mencapai USD 1,79 miliar atau turun sebesar 5,27 persen dibandingkan September 2021. Nilai tersebut dibandingkan Oktober 2020 meningkat sebesar 16,99 persen.
Ekspor migas Oktober 2021 mencapai USD 88,57 juta, atau turun sebesar 8,39 persen dibandingkan September 2021. Nilai tersebut naik sebesar 58,94 persen jika dibandingkan Oktober 2020.
Baca juga: Nilai Ekspor di Kabupaten Lamongan, Diperkirakan Mengalami Penurunan Tahun Ini
Sedangkan nilai impor Provinsi Jawa Timur pada Oktober 2021 mencapai USD 2,52 miliar, meningkat sebesar 17,34 persen dibandingkan September 2021. Dibandingkan Oktober 2020 meningkat sebesar 74,51 persen.
Impor nonmigas Oktober 2021 mencapai USD 1,95 miliar atau naik sebesar 10,71 persen dibandingkan September 2021. Nilai tersebut dibandingkan Oktober 2020 meningkat sebesar 62,88 persen.
Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Teken MoU dengan Barantin untuk Dirikan Instalasi Karantina Terpadu Pertama
Impor migas Oktober 2021 mencapai USD 0,57 miliar, naik sebesar 47,56 persen dibandingkan September 2021. "Nilai impor migas tersebut naik sebesar 130,93 persen dibandingkan pada Oktober 2020," pungkasnya.gan
Editor : Redaksi