JAKARTA - Epidemiolog UI, Pandu Riono, optimistis bahwa masyarakat Indonesia dapat melakukan mudik Lebaran seperti biasanya. Ia mengingatkan dua kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut adalah masker dan vaksinasi dosis kedua.
"Saat waktu Nataru tidak ketat kan, Karena Pak Luhut agamanya non-muslim, sehingga dilonggarkan. Nanti pas Ramadhan akan di ketatkan. Saya bilang, tidak. Bukan berbasis agama, melainkan berbasis kondisi epidemiologis. Kalo sampai pada saatnya masih seperti ini, nanti Ramadhan juga gapapa. Tetapi tadi, sekarang senjata kita dua. Vaksinasi dan masker. Mau berpergian silahkan, kalo mau kumpul-kumpul pastikan semuanya sudah divaksinasi dua kali. Sehingga kalo terjadi apa-apa tidak terlalu berdampak pada yang kumpul-kumpul tadi," jelas Pandu Riono.
Baca juga: H-3 Arus Lalu Lintas Wilayah Selatan Jawa Barat Mulai Meningkat, 65.435 Kendaraan Melintas
Pandu pun menyebut kondisi di 2022 sudah lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, penting bagi pemerintah untuk mengedukasi masyarakat agar lebih memiliki tanggung jawab.
Baca juga: Kapolda Banten Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Pemudik di Pelabuhan Merak
"Omicron ini gampang menular, tapi kalau orang sudah divaksinasi dan tetap prokes, dampaknya minimal. Kita sudah lebih baik dalam tahun 2022 ini. Karena itulah saya bilang jangan terlalu ketat, mari kita edukasi masyarakat agar mereka punya tanggung jawab, dan pemerintah juga tetap mememberikan fasilitas supaya nanti ketika ada booster ketiga, orang-orang yang benar-benar membutuhkan bisa dimudahkan aksesnya," tambahnya.ik
Baca juga: Jelang Arus Mudik, Petugas Intensifkan Rampcheck Bus di Terminal Jatijajar Depok
Editor : Redaksi