Omicron Masuk Korea Utara

realita.co

PYONG YANG-  Pemerintah Korea Utara mengonfirmasi kasus pertama COVID-19 varian Omicron. Meski tidak disebutkan berapa jumlah kasusnya, namun pemimpin negara tersebut Kim Jong-un bersumpah akan memberantas wabah dengan memberlakukan darurat nasional.

Dikutip BBC, Korea Utara saat ini telah menutup jalur perbatasan luar negerinya walaupun menyebabkan kekurangan pangan dan ekonomi yang lemah.

Baca juga: Satu Pasien Covid-19 Omicron XBB Ada di Surabaya

Media Korea Utara, KCNA juga menulis, Kim telah memerintahkan lockdown termasuk pembatasan berkumpul di tempat kerja.

"Kasus pertama varian Omicron terdeteksi di Ibu Kota empat hari lalu," tulis laporan tersebut.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan telah mencoba menawarkan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara, namun Pyongyang belum menanggapi.Selama lebih dari dua tahun, Korea Utara mengklaim tak memiliki satu kasus pun COVID-19. Lantas kenapa sekarang terbuka?

Baca juga: Menular Seperti Delta, Omicron BA.4 dan BA.5, Memuncak di Bulan Juli

Kemungkinan besar karena wabah ini terlalu serius dan terlalu sulit untuk disembunyikan.

Korea Utara bahkan telah konsisten dalam komitmen publiknya untuk memerangi virus. Ini adalah bagaimana ia membenarkan menutup perbatasannya begitu lama. Sekarang Omicron telah memasuki negara itu, tantangannya adalah membatasi penyebarannya.

Baca juga: Omicron BA.4 dan BA.5 Masuk RI, Bisa Picu Lonjakan Kasus

Tanpa vaksin, layanan kesehatan yang buruk, dan kapasitas terbatas untuk menguji orang, pilihan Korea Utara sangat terbatas saat ini.

Pihak berwenang telah dengan jelas memutuskan bahwa mereka tidak punya pilihan selain mengunci negara itu. Jadi mereka hanya perlu memberi tahu orang-orang dan seluruh dunia meskipun tidak berarti pemerintah bersedia menerima bantuan dari luar.tan

Editor : Redaksi

Politik & Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru