Kamis, 02 Feb 2023 WIB

Dikeroyok 5 Pelajar Bengis, Eko Meninggal Mengenaskan

Selasa, 29 Nov 2022 23:37 WIB
Dikeroyok 5 Pelajar Bengis, Eko Meninggal Mengenaskan

Eko Farid Azam semasa hidup.

MEDAN- Lima orang pelajar pembunuh yang menghabisi nyawa siswa SMK Negeri 9 Medan, Eko Farid Azam resmi dijadikan tersangka oleh Polrestabes Medan.

Kelima pelajar pembunuh itu yakni SA alias Padang, RML, KEG, JS, dan ALN.

Para pelaku ini sempat bersekolah di SMK Eka Prasetya.

Adapun peran dari para pelaku, yakni Padang membacok korban dengan menggunakan celurit.RML menganiaya korban, KEG, JS dan ALN membawa, menyimpan dan membuang celurit.

Berdasarkan keterangan orang-orang terdekat menyebutkan bahwa korban tidak terlibat tawuran, namun hanya menjadi korban salah sasaran karena korban sebetulnya hendak belajar kelompok. Namun keterangan tersebut berbanding terbalik dengan keterangan dari pihak kepolisian yang menyebutkan korban memang terlibat hendak melakukan tawuran namun kalah jumlah.

Dari tas korban sendiri juga ditemukan 2 buah besi, 1 buah gunting dan gir.

Korban merupakan anak tunggal yang dibesarkan oleh seorang ibu yang tunawicara sementara ayah korban sudah meninggal dunia sejak korban masih kecil.

Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan pembunuhan bermula ketika kelompok korban dan pelaku terlibat tawuran.

"Dari SMKN 9 termasuk korban ini menuju ke SMK Eka Prasetya, di sana terjadi aksi lempar-melempar," kata Valentino kepada Tribun-medan, Minggu (27/11/2022).

Namun, ia menjelaskan ketika itu kelompok korban ini kalah jumlah dengan kelompok pelaku."Karena kalah jumlah mereka melarikan diri," sebutnya.
Dikatakannya, setibanya di Jalan Kapten Sumarsono, korban bersama dengan rekannya membelokkan sepeda motornya ke arah SPBU untuk mengisikan bahan bakar.

"Ternyata dari SMK Eka Prasetya ada yang mengejar dan terjadilah kejadian penganiayaan tersebut terhadap korban," ujarnya.

Dijelaskan Valentino, saat itu korban sempat melarikan diri namun para pelaku mengejar korban dan membacoknya.Karena korban melarikan diri ke SPBU dan di situ terjadi penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, karena di bacok," ucapnya.

Korban mengalami luka pada bagian kepala, punggung dan paha kiri akibat pentungan dan bacokan. Korban meninggal dunia karena kehabisan darah akibat luka bacok pada paha kirinya.kep