JAKARTA -Warganet beramai-ramai mengamuk atas kinerja penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono selama memimpin sekitar 6 bulan atau setengah tahun menggantikan Anies Baswedan.
Pasalnya Heru Budi Hartono hanya dianggap mondar-mandir selama setangah tahun memimpin Jakarta, hal ini disampaikan Koordinator Jaringan Warga Kota Jakarta (Jaga Kota), Lis Sugiyanto.
Lis Sugiyanto atau akrab disapa Anto mengingatkan dengan kinerja Anies saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. "Anies mampu menjalankan kepemimpinannya secara orkestrasi," ucapnya.
Ketika Anies memimpin warga mendapat manfaat dengan persoalan banjir, kemacetan, polusi, pendidikan, infrastuktur, hingga kesejahteraan lansia yang menjadi program mendesak atau prioritas.
Namun dengan Heru Budi malah sebaliknya. "Enam bulan kami dipimpin oleh orang yang ditunjuk bukan pilihan warga dan hanya bekerja mondar-mandir ke sana kemari tanpa ada hasil kerja yang jelas," sindir Anto.
"Nyatanya titik banjir di Jakarta malah bertambah dan waktu surutnya lebih lama ketimbang zaman Anies menjadi gubernur. Akhirnya sumur resapan Anies dilanjutkan. Gubernur kok miskin konsep," imbuhnya.
Sejumlah warganet pun setuju, dan melontarkan sindiran untuk Heru Budi.
"Mungkin itu adalah keahlian heru mondar-mandir. Pj give away cap mondar-mandir," tulis akun Twitter @warna***.
"Pencitraannya sudah nggak ampuh lagi. Rakyat sudah bisa membandingkan kinerja Pak Anies dan Heru yang miskin ide dan gagasan," cuit akun Twitter @Razi***.
"Tidak punya program.... Namun suka nyinyir kepada pemimpin sebelumnya," ucap akun Twitter @ahsan***.war
Editor : Redaksi