50 Calon Kepala Dinas Mundur dari Lelang Jabatan di Pemkot Surabaya

SURABAYA (Realita)– Proses lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalami dinamika menarik. Sebanyak 50 calon kepala dinas memilih mundur setelah melihat langsung uji kompetensi yang disiarkan secara live streaming.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan bahwa banyak peserta yang awalnya berminat mengikuti seleksi jabatan kepala dinas justru mengurungkan niatnya setelah menyadari tantangan yang harus dihadapi.

"Pendaftar baru banyak yang mengundurkan diri setelah saya tes kepala dinasnya. Jadi banyak yang tidak maju lagi. Saya sampaikan, misalnya ada kepala bidang atau camat yang ingin menjadi kepala dinas, maka dia harus menguasai seluruh bidang di dinas tersebut," ujar Eri Cahyadi, Kamis (20/3/2025).

Ia mencontohkan seleksi untuk jabatan Kepala Satpol PP Surabaya, di mana calon harus memahami keseluruhan struktur organisasi dan tugas di dalamnya.

"Contoh kalau kita berbicara terkait Satpol PP, di situ ada empat bidang. Maka otomatis, calon kepala dinas harus tahu apa saja yang akan dilakukan. Ketika saya tanya berapa jumlah PKL, maka (penertiban) PKL ini harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Cara menanganinya seperti apa, itu juga harus dipahami," jelasnya.

Selain itu, Eri menyoroti bahwa banyak peserta hanya menawarkan satu inovasi dalam proposal mereka. Padahal, inovasi yang diharapkan mencakup keseluruhan bidang dalam Perangkat Daerah (PD).

"Setelah melihat saya bertanya langsung kepada kepala dinas yang saat ini menjabat, banyak peserta jadi minder. Akhirnya, mereka mengundurkan diri dan meminta kesempatan di seleksi berikutnya," ungkapnya.

Jumlah peserta yang mundur pun tidak sedikit. Wali Kota Eri mencatat sekitar 50 orang memilih mundur dari seleksi kepala dinas.

"Ada sekitar 50 calon kepala dinas yang mengundurkan diri," tegasnya.

Eri menambahkan bahwa seleksi kepala dinas dilakukan langsung olehnya bersama sejumlah akademisi. Hal ini berbeda dengan seleksi jabatan lurah dan kepala bidang yang dilakukan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

"Kalau untuk kepala dinas, saya sendiri yang mengetes, seperti kemarin. Hasilnya saya tampilkan di YouTube, sehingga mungkin ada yang merasa minder dan akhirnya memilih mundur serta meminta kesempatan di seleksi berikutnya," pungkasnya.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Mayat Pria Ditemukan di Kompleks Roudi 

  MANOKWARI (Realita)— Warga Kompleks Roudi, Manokwari, Papua Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria pada Sabtu pagi, 18 Januari 2025. Penemuan …

KPK Obok-Obok Rumah Maidi

MADIUN (Realita)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Wali Kota Madiun nonaktif Maidi di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, K …