Kepala PD Harus Siap Mundur Jika Gagal Capai Target, Tegas Wali Kota Eri

SURABAYA (Realita)– Pemerintah Kota Surabaya tengah mempersiapkan pembentukan "Kabinet Surabaya Berkah", sebuah konsep kepemimpinan baru yang diinisiasi oleh Wali Kota Eri Cahyadi sebagai bentuk transformasi birokrasi yang berpihak pada rakyat. Nama ini menjadi padanan lokal dari "Kabinet Merah Putih" yang digunakan di tingkat nasional.

Dalam keterangannya pada Selasa (15/4/2025), Wali Kota Eri menjelaskan bahwa seleksi Kepala Perangkat Daerah (PD) dilakukan secara terbuka dan transparan. Para kandidat diwajibkan menyampaikan visi dan misi mereka secara langsung melalui live streaming.

“Saya mencari sosok yang berani, berkomitmen menjalankan aturan, inovatif, dan humanis,” tegas Eri Cahyadi.

Ia menekankan pentingnya tolok ukur yang konkret dan terukur dalam setiap rencana kerja kepala PD, terutama bagi instansi yang menangani isu strategis. Sebagai contoh, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dituntut menetapkan target pengurangan volume sampah dari 1.600 ton menjadi 1.300 ton per hari.

Hal serupa juga berlaku bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Penanganan titik banjir harus didasarkan pada data spesifik dan pencapaian terukur. “Calon harus mampu menyebutkan secara spesifik, dari angka berapa titik banjir berkurang menjadi berapa,” jelasnya.

Sektor transportasi dan perhubungan juga mendapat sorotan. Wali Kota Eri menilai masih banyak potensi pendapatan dari sektor parkir yang belum digarap maksimal. Ia meminta calon kepala PD memberikan gagasan konkret terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penambahan titik parkir yang disertai kajian menyeluruh.

“Jika target PAD dari parkir ditetapkan, maka harus jelas berapa titik baru yang akan ditambahkan dan bagaimana implementasinya,” ujarnya.

Sektor pajak parkir restoran pun menjadi perhatian. Restoran yang tidak menyediakan lahan parkir memadai akan dikenakan pajak berdasarkan estimasi potensi pendapatan parkir. Untuk mengoptimalkan hal ini, Eri mendorong pemanfaatan teknologi seperti kamera pengawas dan sistem parkir elektronik.

“Teknologi ini penting agar potensi pendapatan bisa terpantau secara akurat,” tambahnya.

Dalam proses pembentukan Kabinet Surabaya Berkah, Eri menegaskan pentingnya integritas dan keberanian dalam pelayanan publik. Ia juga menekankan bahwa semua calon kepala PD menandatangani kontrak kinerja yang memuat konsekuensi jika target tidak tercapai.

“Jika target tidak tercapai, maka yang bersangkutan harus bersedia mengundurkan diri,” tegas Eri.

Meski demikian, Eri memastikan pergantian kepala PD tidak akan mengganggu jalannya program. Komitmen dan target yang telah ditetapkan akan tetap dijalankan oleh pejabat pengganti.

Sebagai bentuk transparansi, seluruh hasil kesepakatan kinerja Kepala PD akan diumumkan kepada media agar masyarakat dapat ikut mengawasi.

“Warga bisa langsung menyampaikan kepada saya jika ada ketidaksesuaian,” ucapnya.

Wali Kota Eri menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa penamaan "Kabinet Surabaya Berkah" mencerminkan keseriusan Pemkot Surabaya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan transparan.

“Kita akan awasi kinerja mereka bersama-sama,” pungkasnya.yudhi

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Mayat Pria Ditemukan di Kompleks Roudi 

  MANOKWARI (Realita)— Warga Kompleks Roudi, Manokwari, Papua Barat, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang pria pada Sabtu pagi, 18 Januari 2025. Penemuan …

KPK Obok-Obok Rumah Maidi

MADIUN (Realita)– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah pribadi Wali Kota Madiun nonaktif Maidi di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, K …