SURABAYA (Realita)– Dalam momentum Hari Kartini dan Idulfitri 1446 H, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini, khususnya dalam konteks pendidikan di era digital. Seruan tersebut disampaikan saat acara Halal Bihalal bersama para ibu penggerak pendidikan, istri pendidik, dan guru perempuan di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya di Gedung Wanita Candra Kencana, Rabu (23/4/2025).
Wali Kota Eri menekankan bahwa esensi perjuangan Kartini tidak hanya relevan, tetapi juga semakin penting di tengah perubahan zaman. “Momentum ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga pengingat bahwa perempuan memiliki peran sentral dalam mencerdaskan bangsa, sebagaimana dicita-citakan Kartini,” ujarnya.
Menurutnya, para ibu guru memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Tak hanya mengajarkan ilmu, mereka juga menanamkan nilai-nilai kehidupan yang menjadi fondasi masa depan.
"Di balik keberhasilan pendidikan, ada sosok perempuan tangguh yang bekerja tanpa pamrih. Mereka adalah pilar penyemangat yang memberikan dampak besar bagi kemajuan bangsa," imbuhnya.
Sebagai Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Eri Cahyadi juga menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya atas peran aktif mereka dalam mendukung program pendidikan. Ia menegaskan bahwa teladan Kartini tentang emansipasi tetap menjadi inspirasi utama dalam pembangunan pendidikan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Menghadapi tantangan era digital, Pemkot Surabaya terus mendorong transformasi pendidikan melalui digitalisasi. Eri menyebut bahwa seluruh pelaporan kegiatan di lingkungan Dispendik telah terdigitalisasi demi menciptakan transparansi dan efisiensi.
“Kami juga bekerja sama dengan ITS dan berbagai perguruan tinggi untuk meningkatkan kompetensi digital para guru,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Penasehat DWP Kota Surabaya, Rini Indriyani, menyerukan agar semangat Kartini terus digaungkan, khususnya dalam memajukan pendidikan berbasis digital. Ia mengajak perempuan Surabaya untuk terus menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Perempuan harus melek digital. Gunakan teknologi secara bijak untuk mendidik anak-anak, seperti melalui video edukatif atau materi pembelajaran yang menarik,” kata Rini, yang akrab disapa Bunda Rini.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan adalah fondasi kekuatan keluarga di tengah pesatnya perkembangan zaman. Karena itu, literasi digital menjadi bekal penting untuk menciptakan generasi yang adaptif dan unggul.
“Semoga ibu-ibu guru di Surabaya terus aktif dan produktif, meneruskan semangat Kartini untuk menciptakan perempuan yang maju dan berdaya di era digital ini,” tutupnya.yudhi
Editor : Redaksi