Buntut Kasus Penembakan Pelaku Tawuran oleh Kapolres Belawan, Pemerhati: Kapolda Gercep

JAKARTA (Realita) Pemerhati Kepolisian, Poengky Indarti sangat prihatin dengan maraknya kejahatan jalanan, termasuk adanya aksi tawuran antar kelompok di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan Medan. Bahkan tawuran tersebut dilakukan hingga malam hari, termasuk melakukan tindakan pelemparan ke jalan tol yang mengganggu pengendara jalan.

"Saya menyesalkan jatuhnya korban satu orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka, diduga karena kelompok-kelompok yang tawuran masih tetap melakukan penyerangan kepada mobil Kapolres Pelabuhan Belawan Medan meski sebelumnya Kapolres sudah mencoba membubarkan dengan memberikan tembakan peringatan," ujar Poengky kepada Realita.co, Selasa (6/5/2025).

Dirinya juga mendukung tindakan Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto yang sigap dalam menangani kasus ini dengan melakukan pencopotan sementara Kapolres untuk memudahkan proses pemeriksaan, serta membentuk tim gabungan yang terdiri dari Irwasda, Kabid Propam, Ditreskrimum dan Laboratorium Forensik," sambungnya.

Jebolan Universitas Northwestern Chicago ini berharap, pemeriksaan berjalan lancar, profesional, dan transparan dengan dukungan scientific crime investigation agar hasilnya valid dan dapat dipertanggungjawabkan.


"Saya berharap Irwasda dan Kabid Propam dalam melakukan pemeriksaan memastikan apakah SOP penggunaan senjata api sudah dilakukan dengan benar di TKP, mengingat kondisi di TKP diduga kurang pencahayaan dan banyak orang berkumpul, sehingga beresiko tinggi jika ada aparat kepolisian yang melepaskan tembakan," ulasnya.

Terkait dengan dugaan penyerangan mobil Kapolres dengan senjata tajam juga perlu diperiksa apakah dengan demikian sudah memenuhi syarat bagi Kapolres untuk melepaskan tembakan selain tembakan peringatan?

Selanjutnya terkait dugaan ada para pelaku tawuran mengonsumsi narkoba, Poengky juga mendorong mereka yang terbukti mengonsumsi narkoba dan melakukan kejahatan pengeroyokan kepada aparat yang sedang bertugas agar diproses pidana agar ada efek jera.


Eks Ketua Dewan Pengawas Yayasan Museum HAM Omah Munir ini, menghimbau dalam mencegah kejahatan jalanan tawuran, perlunya pengawasan orang tua terhadap anak-anaknya agar tidak menjadi pelaku atau korban kriminal.

"Termasuk mengonsumsi miras dan narkoba. Lingkungan juga perlu mengawasi agar anak dan lingkungan terbebas dari kriminalitas. Masyarakat perlu membantu Kepolisian dalam menjaga Kamtibmas, termasuk upaya mencegah kejahatan di lingkungan mereka," tuturnya.

Sedangkan Pemerintah Daerah juga perlu mendukung Kepolisian dengan pemasangan CCTV serta lampu-lampu penerangan yang mampu mencegah kejahatan dan membuat masyarakat nyaman. Kepolisian perlu menggalakkan patroli Kamtibmas dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga harkamtibmas di lingkungan masing-masing, antara lain dengan membuat sistem keamanan lingkungan (siskamling), pemasangan CCTV dan lampu-lampu penerangan secara mandiri," tambah Mantan Komisioner Kompolnas ini.


Berawal, pada Minggu (4/5/2025) dini hari. Terduga pelaku tawuran remaja berinisial MS, berawal dari tawuran antar kampung di kawasan kecamatan Medan Labuhan, Medan.

”Ketika itu Kapolres melintasi tol, terjadi pelemparan terhadap beberapa kendaraan yang melintasi di tempat tersebut,” kata Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto selalu Kapolda Sumut kepada awak media.

Whisnu membeberkan, Kapolres Pelabuhan Belawan tersebut kemudian turun di lokasi untuk melerai aksi tawuran tersebut, tapi masyarakat malah melawan.

”Sehingga, Kapolres melakukan diskresi menembak kerumunan masyarakat yang mencoba mengganggu sekitar tol, ada korban. Kami turut berduka cita karena ada yang meninggal tadi pagi (5/5) di rumah sakit,” ucap Kapolda.

Sebelumnya, dari hasil penyisiran Polres Pelabuhan Belawan dapat mengamankan para kelompok yang diduga melakukan penghadangan dan tawuran sebanyak 20 orang. Dari 20 orang tersebut, 14 orang positif ganja.

Buntut tindakan penembakan yang dilakukan AKBP Oloan Siahaan terhadap pelaku terduga tawuran, Polda Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim khusus memastikan proses transparansi.

”Kami membentuk tim khusus dari Polda Sumut yang diketuai Irwasda, Propam, Krimum, Labfot untuk memastikan kejadian tersebut,” ujar Whisnu.

Ia juga mengatakan, pembentukan tim tersebut untuk memastikan bahwa tindakan Kapolres Belawan tersebut benar atau tidak terhadap penembakan terduga tawuran itu.

"Saya juga sudah melaporkan kepada Markas Besar (Mabes) Polri untuk proses pemeriksaan Kapolres secara transparan dan meminta persetujuan menonaktifkan sementara waktu," pungkasnya. (tom)

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …