PONOROGO (Realita)- Terungkap penggandaan E-KTP dalam kasus kridit fiktif BRI Unit Pasar Pon tampak benar-benar membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Dukcapil) Ponorogo kelimpungan.
Pasca mencari perlindungan ke Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, Disdukcapil tiba-tiba menutup pelayanannya. Kondisi ini pun memicu emosi warga yang sejak pagi mengantri. Bahkan beberapa pemohon nampak marah-marah di depan kantor Disdukcapil.
" Saya kesini mau rubah KK saya karena ada coretanya, saya sudah antri dari pagi tapi tiba-tiba layanan ditutup. Alasanya server gangguan. Suruh balik besok atau selasa depan. Padahal kami butuh secepatnya karena sangat penting ini. Kami kecewa sekali kalau kayak gini," ujar Muhamad Aklam Fitri, warga Keluarga Jengglong Kecamatan Ponorogo.
Senada dengan Aklam, mengaku emosi lantaran sejak jam 8 pagi ia mengantri untuk membuat KTP, namun gagal lantaran pelayanan Disdukcapil tiba-tiba ditutup.
" Mau buat KTP tapi gak bisa, pelayananya di tutup tiba-tiba. Kalau seperti ini mbok ya ada pemberitahuan sebelumnya," ungkap Ahmad Wahyu Rizal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono langsung mendatangi Disdukcapil. Sejumlah ASN Disdukcapil langsung dipanggil dan disidang secara tertutup di ruang Sekretaris Dinas (Sekdin). Usai memanggil itu, Agus memastikan pelayanan kembali dibuka dan tidak ada gangguan.
" Saya pastikan pelayanan tidak terganggu, semua verivikator sudah siap ditempat masing-masing," ujarnya.
Agus mengaku, runtutan kejadian di Disdukcapil hari ini merupakan ulah dari Sekdin Disdukcapil Heru Purwanto. Ia menuding ASN Eselon III itu terganggu sikisnya karena proses hukum yang tengah berjalan di Kejaksaan.
" Tingkat stresnya pasti tinggi. Jadi pak Sekretaris (Heru.red) memerintahkan ini dan itu tapi itu menurut saya sudah melampaui kewenangannya. Tidak boleh seperti itu," pungkasnya. znl
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-39556-makin-runyam-disdukcapil-ponorogo-tutup-pelayanan-picu-emosi-warga