Balita Hanyut di Depok Ditemukan Meninggal Dunia di Aliran Sungai Kalibaru

DEPOK (Realita) - Proses pencarian balita berinisial NAH, yang hanyut di Sungai Kalibaru, Kota Depok selesai dilakukan.

Setelah dua hari pencarian, korban yang berjenis kelamin perempuan dengan usia 18 bulan itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Fazry, yang juga ikut membantu operasi pencarian tersebut mengatakan jika tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU).

“Kami membagi tim menjadi tiga SRU. Dua SRU kami tempatkan menyisir permukaan aliran Kalibaru. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan,” ujar Fazry, Senin (9/6/2025).

Menurut Fazry, korban ditemukan dalam kondisi masih utuh dan belum menunjukkan pembengkakan yang berarti, mengingat baru sekitar 24 jam sejak dilaporkan hilang.

Lokasi penemuan berada di aliran sungai dengan kedalaman bervariasi antara 1 hingga 1,2 meter.

“Korban tersangkut di antara batang bambu dan tumpukan sampah. Tim langsung melakukan evakuasi,” jelas Fazry.

Fazry menjelaskan bahwa proses pencarian ini melibatkan hampir 100 personel, terdiri dari relawan SAR, Damkar Depok, Basarnas, aparat desa, dan masyarakat sekitar.

Mereka menyisir aliran sungai dalam radius ratusan meter sejak laporan awal masuk.

“Jumlah personil itu kurang lebih hampir 100 orang dari perangkat desa, aparat setempat maupun dari relawan dan masyarakat. Ditemukannya korban kurang lebih radius 400 meter dari LKP,” beber Fazry.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Tesy Haryati, pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB pada hari kedua ini.

Advertorial

Kemudian petugas berhasil menemukan jasad korban pada pukul 10.04 WIB.

“Alhamdulillah jasad NAH akhirnya ditemukan. Ini hari kedua pencarian dan kondisi sungai sedang surut, sehingga memudahkan tim dalam menemukan korban,” ujar Tesy.

Tesy menerangkan, dugaan awal menyebutkan bahwa NAH terpeleset saat bermain di sekitar sungai, yang berada tak jauh dari rumahnya.

Meski tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian, bukti-bukti di lokasi kejadian mengarah pada kemungkinan tersebut.

“Kami temukan jejak seperti orang yang tergelincir di tanah. Ini memperkuat dugaan bahwa korban terpeleset saat bermain di sekitar Sungai Kalibaru,” kata Tesy.

Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi seluruh orang tua, terutama yang tinggal di lingkungan dekat sungai atau area berbahaya lainnya.

Tesy mengingatkan agar pengawasan ekstra diberikan kepada balita.

“Anak usia balita sangat aktif. Pengawasan langsung oleh orang tua sangat penting, apalagi jika tinggal di daerah yang berbatasan dengan sungai,” imbau Tesy. Hry

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Apes, Persebaya Susah Menang di Kandang

SURABAYA (Realita) - Bonek Mania, suporter Persebaya Surabaya serbu Instagram klub idolanya @officialpersebaya, setelah Bajul Ijo kalah lawan Bhayangkara …