Dokumentasi yang Tepat dan Rapi, Jadi Saksi Perjalanan Skena Musik hingga Lintas Generasi

SURABAYA (Realita)-   Grunge Boiler Room kembali digelar di Lego Coffee, Jl. Ketintang Selatan No.95, Karah, Kec. Jambangan, Surabaya, Sabtu (14/6/2025).

Dalam gigs yang sudah digeber ketiga kalinya ini menampilkan band-band bergenre rock seperti Balapan Liar, Stop Down dan Klepto Opera. Tak lupa, acara dibuka band Lupa Usia atau Lusia sebagai 'tumbal sound.

Sebelum band-band-an dimulai, acara dibuka dengan diskusi serius tapi santai yang menampilkan Ayink (jurnalis) dan Yanuar Akbar (fotografer musik) sebagai narasumber.  Diskusi bertema 'Pentingnya Dokumentasi Skena' ini, dipandu Yoyon (band Klepto Opera) sebagai mediator.

Menurut Yoyon, diskusi ini diharapkan apat membuka wawasan pada para pelaku musik 'idealis' khususnya, bahwa pendokumentasian dalam berbagai hal, itu sangat penting.

"Seperti fotografi, video, penulisan dan lain-lain, sangat penting bagi eksistensi dan apresiasi karya-karya yang telah dihasilkan. Dengan pendokumentasian, karya akan mudah diakses dan disebarluaskan dengan data yang lebih jelas dan akurat dalam jangka waktu yang lama dan lintas generasi," kata Yoyon.

Yoyon sendiri mengaku aktif mendokumentasikan dinamika skena musik dan perjalanan band miliknya (Klepton Opera) selama puluhan tahun terakhir, dalam bentuk media cetak.

Senada, Yanuar Akbar menegaskan bahwa dokumentasi ini menjadi saksi perjalanan suatu skena musik dan band, yang tak terbantahkan. Dan hal ini juga kerap dilakukan oleh banyak band di luar negeri.

Yanuar mengatakan, ia memiliki koleksi foto-foto band kelas lokal, nasional hingga internasional. "Dari foto-foto jepretan saya ini, kita bisa tahu perjalanan musik di Surabaya misalnya, dalam 10 tahun terakhir, bahkan lebih," tegas dia.

Saat diberi kesempatan berbicara, Ayink mengatakan, ia berharap dokumentasi dalam bentuk cetakan bisa dikonversi ke format digital.

"Jadi yang analog bisa diformat jadi pdf misalkan lalu kita share ke berbagai platform digital. Sehingga semua orang, terutama anak-anak Gen Z pun bisa mengakses dengan harga murah bahkan gratis," tegas dia.cin

 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru