KEDIRI (Realita) - Sebanyak 200 becak listrik bantuan Presiden RI mulai beroperasi di Kota Kediri, Rabu (25/2). Kendaraan itu dibagikan kepada para penarik becak melalui kegiatan Becak On The Road yang dimulai dan berakhir di Balai Kota Kediri.
Ratusan tukang becak mengendarai kendaraan baru tersebut dalam konvoi singkat mengelilingi sejumlah ruas jalan kota. Program ini disebut sebagai upaya mendorong transportasi ramah lingkungan sekaligus meringankan beban kerja para pengemudi becak.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan becak listrik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas para penarik becak, yang sebagian besar berusia lanjut.
“Dengan becak listrik ini, tenaga yang dikeluarkan lebih ringan sehingga para pengemudi bisa bekerja lebih optimal,” kata Mbak Wali.
Ia juga meminta para penerima bantuan merawat kendaraan tersebut dengan baik dan tidak menjual atau mengalihfungsikannya. Pemerintah Kota Kediri, kata dia, juga akan menyiapkan dukungan lanjutan agar operasional becak listrik berjalan optimal, termasuk penyediaan stasiun pengisian listrik umum (SPLU).
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan mengatakan bantuan itu merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap para penarik becak.
Menurut Firman, seluruh becak listrik berasal dari dana pribadi Presiden dan bukan dari APBN. Setiap unit memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan diproduksi oleh PT Pindad.
Salah satu penerima bantuan, Pujo, 76 tahun, mengaku terbantu dengan becak listrik tersebut. Ia telah menjadi penarik becak sejak 1974 dan biasa mangkal di sekitar RSUD Gambiran.
“Kalau pakai becak listrik lebih ringan. Sangat membantu,” kata Pujo.nia
Editor : Redaksi