PLN UIT JBM Berikan Bantuan Fasilitas Konservasi Penyu di Bali Melalui Program TJSL

BALI (Realita) — Komitmen PT PLN (Persero) dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menyalurkan bantuan pengembangan konservasi penyu di Kelompok Pelestari Penyu (KPP) Jagat Kerthi, Desa Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali.

Bantuan ini bertujuan untuk memperkuat program konservasi penyu yang selama ini menjadi salah satu prioritas pelestarian ekosistem laut di wilayah Bali Barat. Selain untuk melindungi populasi penyu yang terancam punah, program konservasi ini juga bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem lautan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian penyu dan habitatnya.

General Manager PLN UIT JBM, Handy Wihartady, menyampaikan bahwa dukungan terhadap konservasi penyu menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam menjaga kelestarian alam, khususnya ekosistem pesisir dan lautan.

“Konservasi penyu ini tidak hanya menyelamatkan satwa yang terancam punah, tapi juga menjaga keseimbangan ekosistem laut. Kami berharap keberadaan KPP Jagat Kerthi dapat terus berkembang, menjadi pusat edukasi dan pelestarian, sekaligus destinasi wisata berbasis konservasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Handy.

KPP Jagat Kerthi sendiri merupakan lokasi konservasi penyu pertama di wilayah Kecamatan Pekutatan, Jembrana, yang menjadi habitat alami bagi empat jenis penyu dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, yaitu penyu hijau, penyu lekang, penyu sisik, dan penyu belimbing. Kondisi ini menjadikan wilayah Pekutatan memiliki potensi besar dalam upaya penyelamatan penyu, mengingat masih sering ditemukannya telur penyu di pesisir yang harus segera diamankan untuk diselamatkan di pusat konservasi.

Dalam kesempatan tersebut, PLN UIT JBM bersama masyarakat dan pengelola konservasi juga melakukan pelepasan 500 ekor tukik ke laut. Sepanjang periode ini, KPP Jagat Kerthi telah berhasil mengumpulkan lebih dari 8.000 butir telur penyu, dengan sekitar 1.300 telur berhasil menetas, sementara sisanya masih dalam proses inkubasi.

Keterbatasan sarana dan fasilitas konservasi menjadi salah satu alasan utama PLN UIT JBM memberikan dukungan bantuan. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas penampungan, memperbaiki fasilitas inkubasi, serta mendukung pengembangan program pelestarian ekosistem laut di wilayah Bali Barat.

Selain berdampak ekologis, keberadaan fasilitas konservasi penyu ini juga memiliki potensi menjadi destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan, yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan program pelestarian yang terintegrasi, diharapkan masyarakat Pekutatan semakin peduli terhadap kelestarian penyu dan aktif berperan serta dalam upaya konservasi.

Aksi ini sekaligus menjadi langkah PLN UIT JBM dalam menjawab isu lingkungan yang marak terjadi, seperti penyelundupan dan perburuan liar penyu yang masih sering ditemukan di beberapa wilayah Indonesia, khususnya kawasan pesisir Bali.

“Dengan pelibatan masyarakat, konservasi ini tidak hanya berfungsi menyelamatkan satwa, tapi juga menjadi media edukasi dan pemberdayaan ekonomi lokal,” tambah Handy.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Bupati Jembrana, kelompok nelayan, serta tokoh masyarakat setempat yang hadir dalam acara tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PLN yang telah memberikan upaya dan sumbangsih dalam melestarikan lingkungan terutama untuk kelestarian habitat penyu", ucap Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dalam sambutannya.

Melalui program TJSL ini, PLN UIT JBM menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung upaya pelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih baik. Ty

Editor : Redaksi

Berita Terbaru