JAKARTA (Realita)- Menyoroti sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak menyalami Agus Harimukti Yudhoyono (Ketum Partai Demokrat), Zulkifli Hasan (Ketum PAN), Cak Imin (Ketum PKB) dan Bahlil Lahaladia (Ketum Golkar), Direktur Politic and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyebutnya sebagai sikap yang melecehkan 4 Ketum Parpol tersebut.
Padahal, imbuhnya, tiga dari empat Parpol tersebut adalah partai yang memperjuangkan dirinya untuk memenangkan Pemilu 2024 lalu.
“Saya kira ini sebuah kebodohan dan keteledoran Gibran tak menyalami 4 pemimpin parpol ini. Mungkin saja, keengganan ini akan berujung pemakzulan,” kata Jerry, Senin (11/8/2025).
Ia menduga, keengganan Wapres Gibran menyalami AHY adalah karena putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini lebih dipercaya oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menangani sebuah kegiatan akbar, dibandingkan dirinya yang seorang wapres.
“Kalau Cak Imin, saya duga karena dorongan Anies masuk kabinet. Saya duga, Cak Imin dan Surya Paloh yang mendorong Anies masuk kabinet,” ucapnya.
Hal ini merujuk pada pernyataan Refly Harun dalam podcast-nya, bahwa Prabowo menawarkan Anies masuk kabinet hinggga tiga kali. Sementara Bahlil dan Zulhas, terlihat mulai condong ke Prabowo, tak seperti sebbelumnya yang sangat condong ke Jokowi.
“Dalam dugaan saya, faktor-faktor ini lah yang membuat Gibran murka dan berang. Sehingga, dia lewatkan saja keempat orang itu,” pungkasnya.emo
Editor : Redaksi