Pengusaha Hotel di Jember Dukung Pemkab Reaktivasi Bandara Notohadinegoro

JEMBER (Realita) – Reaktivasi Bandara Notohadinegoro pada 17 Agustus 2025 tidak hanya menjadi kabar baik bagi sektor transportasi udara, tetapi juga memantik sinergi lintas sektor di Kabupaten Jember.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jember menyatakan komitmennya untuk ikut menggerakkan roda pariwisata daerah. Ketua PHRI Jember, Ir. Tegoeh Soeprajitno, menyebut penerbangan langsung Jember–Jakarta akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha di bidang perhotelan, kuliner, dan destinasi wisata.

“Kami setuju dengan adanya reaktivasi bandara dan mendukung kalau memang bandara itu akan diaktifkan kembali perjalanan dari Jakarta ke Jember ataupun sebaliknya,” ujarnya, Kamis (14/8/2025).

Menurut Tegoeh, keberhasilan rute penerbangan ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah daerah, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat dan dunia usaha.

“Harus ada kepedulian, bukan hanya dari pemerintah kabupaten saja, tapi semua pihak untuk mendukung keberlangsungan maskapai ini,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, PHRI Jember menyiapkan program promosi bagi wisatawan yang menggunakan jalur udara ini. Salah satunya melalui paket bundling tiket pesawat dengan penginapan di hotel berbintang yang dikemas dengan harga khusus.

“Kemungkinan kami juga akan memberikan diskon-diskon menarik, salah satunya bundling tiket pesawat dengan penginapan di hotel berbintang,” jelasnya.

Tegoeh menilai, promosi pariwisata yang konsisten akan menjadi faktor penentu minat wisatawan untuk berkunjung ke Jember. Ia mendorong agar upaya promosi dilakukan secara terintegrasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola destinasi.

“Kalau pariwisata Jember ini sudah terbentuk dengan baik, mungkin mereka akan sedikit melirik untuk jalan-jalan di Jember,” tuturnya.

Ia juga mengajak pihak hotel memanfaatkan kanal promosi internal untuk menyebarluaskan informasi terkait keberadaan penerbangan langsung ini.

“Kalau sama-sama kita promo, bukan hanya pemerintahan saja, di hotel sendiri kan punya media promo, ini harus kita masukkan bahwa sudah ada penerbangan,” tambahnya.

PHRI Jember optimistis keberadaan penerbangan ini akan memberi efek ganda bagi perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya tingkat hunian hotel hingga bertumbuhnya usaha kuliner dan transportasi lokal.

“Intinya kami mendukung dan siap men-support,” tegasnya.

Rute Jember–Jakarta akan dilayani oleh maskapai Fly Jaya menggunakan pesawat ATR 72-500 berkapasitas 70 penumpang. Penerbangan perdana sekaligus soft launching akan berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyambut baik dukungan PHRI dan pelaku usaha lainnya. Ia berharap langkah ini dapat menjadi titik balik kebangkitan ekonomi daerah.

“Mudah-mudahan ini memberi manfaat konkret untuk kesejahteraan warga Jember. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah bagi kita,” ujarnya.

Dengan kombinasi penerbangan langsung dan strategi promosi terintegrasi, Jember diharapkan mampu menjadi tujuan wisata baru yang kompetitif di Jawa Timur.

Reporter : Ambang Hari Laksono

Editor : Redaksi

Berita Terbaru