MANGGARAI BARAT NTT (Realita)- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) provinsi Nusa tenggara timur menugaskan Fransiskus Saimon, S.Pd sebagai Plt. Kepala unit sekolah baru (USB) SMAN 2 Pacar kecamatan pacar kabupaten Manggarai Barat.
Penugasan itu dituangkan di dalam Surat keputusan (SK) Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi S.Pd.,M.Pd nomor: 879/3098/PK/2021.
Fransiskus Saimon, S.Pd resmi menjabat Plt. Kepala SMAN 2 Pacar setelah diserahkannya SK Plt. Tersebut melalui kordinator pengawas SMA/SMK kabupaten Manggarai barat, Drs. Paulus Hansko dalam ‘upacara penyerahan SK Plt. Kepala sekolah SMAN 2’ yang juga dihadiri oleh pengawas pembina SMK Florianus Sudirman, S.Pd, pembina SMAN 2 Pacar, Laurensius Idin, S.Pd.
Upacara penyerahan SK tersebut dilakukan di Gedung SMPN 1 Pacar desa Pacar di Herang, tempat di mana pelaksanaan KBM SMAN 2 Pacar selama ini dilakukan, karena fasilitas gedung SMAN 2 sendiri belum ada. Senin, (20/09/2021).
Hadir dalam kesempatan itu Camat Pacar, Thomas A. Faran, Danramil 1612-08 Macang pacar, Lettu Inf. Simon Halek, perwakilan kapolsek Macang pacar, pendiri SMAN 2 Pacar Martinus Madi, kepala desa Manong Ardi Karim, Penjabat kepala desa pacar Yasintus Latada, kepala SMPN 1 Pacar, kepala SMPN Hita, sejumlah kepala SD se kecamatan pacar, tokoh masyarakat Wulang dan sekitarnya serta para guru SMAN 2 Pacar.
Pantauan Realita.co, upacara penyerahan SK tersebut diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia raya dilanjutkan dengan sejumlah sambutan, pembacaan dan penyerahan SK, pembacaan dan penandatanganan berita acara.
Kordinator panitia pembangunan sekaligus pendiri unit sekolah baru (USB) SMAN 2 Pacar, Martinus Madi dalam sambutannya mengisahkan secara singkat sejarah pendirian SMAN 2 Pacar, bahwa proses mendapatkan ijin atau persetujuan pemerintah tidaklah mudah, harus melalui perjuangan, sebab mendirikan sebuah sekolah harus memenuhi berbagai persyaratan tertentu salah satunya adalah ketersediaan lahan.
Dalam kesempatan itu Ia juga mengemukakan terkait Honor Guru SMAN 2. Menurutnya, sejak beroperasi tahun 2017 silam Guru guru mengajar lebih bersifat sukarela karena tanpa digaji sesuai yang seharusnya, sehingga ada guru yang tidak bertahan. Karena itu Ia berharap agar Plt. Kepala sekolah SMAN 2 Frans Saimon dapat sesegera mungkin mengurusi berbagai hal yang berkaitan dengan gaji guru.
Selain itu Martinus juga meminta pihak Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT agar gedung SMAN 2 Pacar yang berlokasi di Wulang desa Manong kecamatan Pacar itu setidaknya dapat dibangun pada 2022 mendatang.
Camat Pacar, Thomas A. Faran dalam kesempatan itu menyatakan dukungan pemerintah terhadap SMAN 2 Pacar. Dirinya bahkan berjanji akan melibatkan sekolah tersebut dalam kegiatan tertentu di kecamatan pacar, salah satunya rencana kegiatan penghijauan berupa penanaman pohon sekitar kantor kecamatan Pacar.
Sementara itu, mewakili kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, pengawas SMK Florianus Sudirman, S.Pd dalam sambutannya mengatakan bahwa dinas PK NTT menugaskan Frans Saimon, S.Pd sebagai Plt. Kepala sekolah SMA 2 Pacar.
Penyerahan SK tersebut menurutnya sekaligus sebagai sebuah penegasan bahwa SMAN 2 Pacar bukanlah lembaga sekolah abal abal. SMAN 2 adalah benar benar sebuah sekolah yang legal dan resmi dengan ijin operasional yang jelas, karena itu masyarakat dihimbau agar tidak perlu meragukan keabsahan dan keberadaan SMAN 2 Pacar.
Sejalan dengan itu, ia meminta Plt. Kepala SMAN 2 Pacar, Frans Saimon untuk mengatur manajemen sekolah yang dipimpinnya itu dengan baik agar menjadi sebuah sekolah yang berkualitas, sebab mutu atau tidaknya sebuah sekolah menurutnya sangat bergantung pada kepala sekolah. Karena itu Dirinya meminta agar membangun tim kerja internal yang solid, membangun komunikasi yang baik dengan para guru demi terwujudnya sebuah sekolah yang berkualitas dan berintegritas.
Tidak hanya internal, Plt. Kepala sekolah SMAN 2 juga diharapkan untuk dapat membangun komunikasi yang baik dengan berbagai stakeholder, baik pemerintah desa, pemerintah kecamatan maupun masyarakat dan lainnya.
Selain itu, Flori meminta kepada para Guru SMAN 2 agar bertanggung jawab terhadap mata pelajaran masing masing sebab penentuan kelulusan siswa tergantung satuan lembaga pendidikan itu sendiri.
Di samping kepala sekolah dan guru, fasilitas gedung menjadi salah satu faktor penunjang utama yang juga dapat terciptanya sebuah sekolah berkualitas. Tidak hanya itu keberadaan gedung sekolah juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat tentang keberadaan SMAN 2 Pacar, oleh karena itu Dinas pendidikan dan kebudayaan NTT diharapkan dapat segera membangun Gedung SMAN 2 Pacar.
Meski tidak menyebut secara pasti, namun Flori mengatakan bahwa tahun 2022 gedung SMAN 2 Pacar akan dibangun baik kantor maupun ruangan kelas tetapi pembangunannya menurutnya akan dilakukan secara bertahap.
Kordinator pengawas (korwas) SMA/SMK kabupaten Manggarai barat, Drs. Paulus Hansko menyampaikan terima kasih kepada pendiri SMAN 2 pacar, Martinus Madi dan Timnnya serta masyarakat yang telah menyerahkan tanah.
Terkait Guru, Paulus meminta Plt. Kepsek untuk menerbitkan SK komite, namun Ia menyarankan para guru harus membuat ulang lamaran terlebih dahulu. Jika SK komite sudah ada maka Dirinya akan meminta kadis PK NTT untuk mengirimkan SK dan tinggal diisi nama guru guru secara kolektif. SK tersebut menurutnya nanti akan dijadikan sebagai dasar pengusulan NUPTK.
Kepada Plt. Kepsek Frans Saimon Ia sampaikan bahwa SK tersebut diberikan untuk dijalankan, sebagaimana tugas seorang kepala sekolah.
Dalam kesempatan yang sama, pembina SMAN 2 Pacar, Laurensius Idin, S.Pd mengatakan bahwa peserta didik harus memiliki tiga aspek yaitu; aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap. Tiga aspek ini menurutnya penting dimiliki siswa agar setelah tamat dari SMAN 2 dapat menunjukan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang baik. jika tidak, menurutnya guru dianggap gagal. namun demikian Laurens mengakui bahwa itu termasuk tanggung jawabnya sebagai pembina. Karena itu kerja sama internal sekolah harus dibangun dan terjalin dengan baik
Sementara itu, Plt. Kepala sekolah SMAN 2 Frans Saimon dalam sambutannya sesaat setelah menerima SK tersebut mengatakan bahwa dirinya belum menjanjikan sesuatu tentang apa dan seperti apa yang akan ia lakukan.
Meski tidak menyebut apa yang akan dilakukannya, namun Alumni YPUP Makasar ini menegaskan bahwa Ia akan menggunakan segala kemampuannya secara maksimal untuk membangun sekolah yang dipimpinnya itu.
Putra kelahiran Mawe, Desa Golo Lajang Barat, Kecamatan Pacar ini menyadari bahwa memimpin sebuah sekolah baru pasti penuh tantangan. Namun baginya tantangan tersebut justru membuatnya untuk lebih kreatif dan inovatif sebab masa depan SMAN 2 pacar sangat tergantung sejauh mana dirinya meletakan pondasi pembangunannya.
Frans mengatakan dirinya siap menjalankan amanah sesuai tugas yang diberikan. Ia optimis dapat menjalankan tugasnya sebab menurutnya Ia tidaklah sendirian tetapi dibantu oleh guru guru yang berkompeten dan siap bekerja sama untuk kemajuan SMAN 2.
Frans bahkan secara tegas mengatakan bahwa jiwa dan raganya Ia persembahkan untuk bumi Pacar.
"Jiwa dan raga saya, saya persembahkan untuk bumi pacar,” ungkap Frans
Hal itu menurutnya sebab apabila Dirinya ingin tetap berada pada zona nyaman maka bisa saja Ia tidak mau memilih menjadi Plt. Sekolah baru yang sudah pasti tantangan sangat berat. Tetapi demi masa depan pendidikan di bumi pacar maka Dirinya berani keluar dari zona nyaman dan siap menghadapi tantangan membangun SMAN 2 Pacar.
Frans menyadari bahwa tugas yang dipercayakannya adalah sebuah tanggung jawab besar dalam menentukan arah SMAN 2 pacar ke depannya. Peristiwa penyerahan SK Plt. Kepadanya menurutnya bukanlah soal jabatan tetapi adalah soal tanggung jawabnya.
Dalam kesempatan itu juga Ia mengatakan akan berusaha memenuhi hak dan nasib para gurunya terutama terkait gaji. Oleh karena itu Dirinya akan sesegera mungkin mengurusi administrasi guru untuk diusulkan atau dimasukkan dalam Dapodik.
Frans mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemerintah provinsi NTT dalam hal ini kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan, pendiri SMAN 2, warga masyarakat kampung wulang yang telah menyediakan tanah untuk pembangunan SMAN 2, dan semua pihak yang turut berpartisipasi dalam pembangunan sekolah tersebut.
Kepada pemerintah kecamatan pacar Ia minta agar melibatkan SMAN 2 pacar dalam even tertentu.
Frans Saimon, sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala SMAN 1 Macang pacar di Bari bidang kurikulum.
Upacara penyerahan SK Plt. Kepsek SMAN 2 pacar tersebut terpantau berjalan lancar dan tetap mengikuti protokol kesehatan.PaulNabang
Editor : Redaksi