Jalur Rel di JPL 163 Arjasa Jember Diganti, Kereta Api Bisa Dipacu sampai 120 Km/Jam

JEMBER (Realita) – Peningkatan infrastruktur perkeretaapian di Kabupaten Jember kembali menunjukkan progres nyata.

Setelah sempat menutup Jalan Raya Bondowoso–Jember selama tujuh jam pada Kamis (21/8) malam hingga Jumat (22/8) dini hari, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya DJKA akhirnya menyelesaikan pemasangan rel, bantalan, dan box culvert di JPL (Jalur Perlintasan Langsung) 163 Arjasa.

Dengan selesainya pekerjaan ini, jalur perlintasan sebidang kini dibuka kembali untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Proyek ini merupakan bagian dari peningkatan jalur kereta api Jember–Kalisat yang nantinya akan memungkinkan kecepatan kereta api dipacu hingga 120 km/jam, sekaligus meningkatkan standar keselamatan perjalanan.

Humas BTP Kelas I Surabaya, Alfaviega Septian Pravangasta, menjelaskan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi kunci sukses pekerjaan tersebut.

“Proses pergantian rel ini tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas perjalanan kereta api dan mempersingkat waktu tempuhnya,” paparnya, Jum'at (22/08/2025).

"Untuk rel yang lama kita masih menggunakan tipe R 42, dan untuk yang terbaru ini kita pakai tipe R 54, agar kecepatan kereta bisa dipacu lebih tinggi," tambahnya.

Pria yang akrab dipanggil Vecga itu mengatakan, pengerjaan dilakukan mulai Kamis malam pukul 22.00 WIB dengan menutup total arus lalu lintas. Jalan aspal di lokasi dibongkar untuk kemudian dipasang rel baru sepanjang 25 meter, bantalan, serta box culvert untuk jalur kabel sinyal Stasiun Arjasa. Setelah pemasangan rampung, jalur ditimbun dengan ballast bag sebelum dipadatkan dan diaspal kembali.

"Untuk rel lama yang saat ini masih terpasang rencananya akan dibongkar setelah keseluruhan jalur baru antara Stasiun Jember hingga Kalisat selesai terpasang," jelasnya.

Proyek pergantian rel ini merupakan bagian dari program multiyears BTP Surabaya. Vecga menjelaskan, targetnya jalur kereta api di Jember akan memiliki standar yang sama dengan lintas utama di Pulau Jawa, sehingga lebih andal untuk perjalanan jarak jauh maupun distribusi barang.

“Selain meningkatkan kecepatan hingga 120 km/jam, kami juga membangun lima pos jaga perlintasan sebidang (JPL) baru untuk memperkuat keselamatan perjalanan,” tuturnya.

Sementara itu, Manager Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro menjelaskan, proses pergantian rel di JPL nomor 163 Arjasa tidak sampai mengganggu lalu lintas perjalanan kereta api.

"Untuk pergantian jalur rel dari BTP Surabaya ini, alhamdulillah tidak sampai mengganggu lalu lintas kereta api. Total ada 4 perjalanan kereta api yang melintas disini selama proses pergantian rel," kata Cahyo.

KAI Daop 9 Jember sendiri, lanjut Cahyo, mendukung penuh program dari BTP Surabaya untuk mengembangkan jalur kereta api di lintas Jember - Kalisat yang ditargetkan rampung pada akhir 2025.

"Kalau nanti kereta api bisa dipacu dengan kecepatan yang lebih tinggi, maka perjalanan menjadi lebih efisien dan tidak menutup kemungkinan kalau perjalanan kereta api di Daop 9 Jember akan ditambah," pungkasnya.

Reporter : Ambang Hari Laksono

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Lagi! Crane Jatuh Timpa Mobil, 2 Tewas

SAKHON (Realita)- Lagi !!!  Sekitar pukul 09.10 pagi pada tanggal 15 Januari 2026, sebuah crane konstruksi untuk jalan layang Rama 2 roboh ke median …

Emak-Emak Sukses Tangkap Maling Beras

PEKANBARU (Realita)- Seorang pria yang diduga telah berulang kali mencuri beras di sejumlah toko kelontong di Kota Pekanbaru akhirnya berhasil diamankan, Senin …